“Tabulampot”

03 Mei 2018, 11:53:40 WIBArtikel

“Tabulampot”

Kendala utama bagi masyarakat urban atau perkotaan untuk berkebun adalah keterbatasan lahan. Berbeda dengan masyarakat yang tinggal di perdesaan dengan memiliki luas lahan yang cukup dan terbuka.

Bagi masyarakat urban yang gemar bercocok tanam, biasa berkebun dengan menggunakan teknik alternatif. Misalnya saja dengan pot atau hidroponik. Banyak jenis tanaman yang ditanam dengan menggunakan teknik itu, tak terkecuali dengan tanaman jambu kristal.

Secara blak-blakan, Siti membagikan tipsnya bagaimana cara menanam biji jambu kristal bagi yang punya lahan pas-pasan. 

Langkah awalnya adalah pemilihan bibit. Bagi yang ingin menanam jambu kristal bisa memilih bibit berasal dari stek atau cangkok atau bibit dari buah langsung. Namun dia menyarankan agar memilih bibit dari stek atau cangkok dengan alasan buah yang dihasilkan sudah teruji mutunya. 
Kemudian menyiapkan pot sesuai dengan yang diinginkan. Selain itu tanah, sekam padi, pupuk kandang atau kompos.

 Caranya, dengan mencampurkan semua bahan dengan perbandingan 1:2:2. Jika menggunakan kotoran kambing atau sapi sebagai pupuk, dia menyarankan agar tidak menggunakan yang masih basah supaya tanaman tidak panas dan menimbulkan kematian pada tanaman.

Masukkan tanah yang sudah dicampur ke dalam pot. Lalu, tanamlah bibit jambu kristal seperti menanam tanaman kayu lainnya, ujarnya.

Setelah ditanam, lanjut Siti, untuk melakukan perawatan dilakukan dengan penyiraman secara teratur agar tanaman tumbuh dan berbuah secara opimal. Kemudian, melakukan penyiangan dengan cara membuang tunas yang terdapat dalam batang utama. Tujuannya agar buah yang dihasilkan besar dan manis. Biasanya, tanaman ini bisa dipenuhi dengan gulma atau rumput.

Dia menerangkan, tumbuhan jambu kristal termasuk tanaman tropis. Tapi masih bisa tumbuh pada daerah  sub tropis. Sementara curah hujan yang dibutuhkan berkisar 1.000 - 2.000 milimeter per tahun. Angin juga memengaruhi syarat tumbuh biji jambu kritsal. 

Karena, seringkali bunga buah gugur akibat angin yang kencang dan membatalkan tumbuhnya buah, jelas Siti. 

Biasanya, hama yang menyerang tanaman ini seperti ulat daun, kumbang buah, jamur karat merah, kutu putih, lalat buah, jamur embun jelaga, dan kutu kebul.

Untuk tanam pot bisa dilakukan dengan menggunakan pupuk cair yang banyak mengandung unsur hara. Unsur hara sangat baik bagi pertumbuhan tanaman pada lahan sempit seperti di pot,terangnya.

Langkah selanjutnya, menurut Siti, adalah pemangkasan. Ada tiga tahap dalam melakukan pemangkasan, yakni pemangkasan yang tujuannya adalah untuk mengatur tinggi rendahnya tanaman, pemangkasan pemeliharaan dengan membuang seluruh tunas air yang tidak bermanfaat, dan pemangkasan produksi. 

Tujuannya adalah untuk membuang cabang yang tidak produktif dan terlalu rapat atau rimbun dan untuk merangsang pembungaan tanaman jambu kristal, terangnya.

Yang terakhir kata Siti, adalah pemanenan jambu kristal, yang ditandai dengan warna kulit buah hijau muda atau kuning kehijauan. Buahnya yang sudah bisa dipanen permukaannya mengkilap. Aroma buahnya mulai harum, rasa buah manis, dan tekstur daging buah agak lunak.

Dengan banyaknya keunggulan budidaya tanaman buah dalam pot, maka tanaman akan tumbuh secara teratur dan terawat karena nutrisi yang terkumpul dalam pot tidak akan hilang. Sehingga, katanya, metode ini menjadi salah satu pilihan sebagian masyarakat yang memiliki lahan terbatas. (ramita harja)

 http://www.medanbisnisdaily.com/news/read/2018/04/23