Budidaya Bawang Merah di Tanah Podsolik Merah Kuning

06 Jul 2017, 13:54:38 WIBArtikel

Budidaya Bawang Merah di Tanah Podsolik Merah Kuning

Bawang merah biasanya ditanam di tanah yang subut seperti d Kabupaten Brebes. Namun, Ternyata bawang merah dapat dikembangkan di tanah podsolik merah kuning, jenis tanah yang tergolong miskin hara dan bersifat masam.  Kuncinya adalah memperbaiki kondisi tanah dengan menambahkan kompos, arang sekam dan kapur.

Sentra produksi bawang merah masih terpusat di pantai utara Jawa, terutama Kabupaten Brebes, sert beberapa tempat diluar Jawa antara lain Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah dan Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. Di Kabupaten Paser, pertanaman bawang merah dapat dijumpai di Desa  Sekuen Makmur, Kecamatan Muara Komam. Petani di Desa Ini tertarik untuk menanam bawang merah karena harganya yang tinggi. Mereka adalah petani transmigran dari Kabupaten Brebes dan Kabupaten lainnya yang coba menanam bawang merah dan ternyata cukup berhasil.

Keberhasilan pengembangan bawang merah di Desa Sekuen Makmur kemudian dipromosikan dan ditiru oleh petani Desa lain. Dinas Petanian setempat pun menempatkan bawang merah sebagai komoditas prioritas dan berupaya membuka sentra sentra baru budi daya bawang merah.

Kompos dan Arang sekam Kunci Sukses

Lokasi pengembangan bawang merah di Desa Sekuen makmur memiliki jenis tanah podsolik merah kuning. Jumlah hujan <100 mm/bulan) kurang dari2 bulan dan jumlah bulan basah (bulan dengan curah hujan > 200 mm/bulan) berkisar 5-6 bulan.

Secara alami, tanah podsolik merah kuning memiliki kualitas lebih rendah di banding dengan tanah grumusol atau aluvial sebagai area pertanaman bawang merah di Jawa. Tanahnya juga tergolong masam. Petani setempat mencoba mensiasati masalah ini dengan sekam dan kompos. Ternyata, kompos dan arang sekam merupakan kunci sukses budi daya bawang merah di tanah podsolik merah kuning.

Kompos dan arang sekam disebar di bdedengan kemudian tanah diaduk. Sebelum diberi perlakuan ini, tanah berwarna kekuningan, kecokelatan, yang menunjukan tanah miskin bahan organik. Stelah diberi perlakuan, tanah menjadi kehitaman dan gembur. Adapula petani yang menambahkankapur untuk memperbaiki kondisi tanah. Namun, harga kapur mahal sehingga petani enggan menggunakannya. Menurut mereka, arang sekam dapat menggantikan kapur.

Kompos dibuat dengan mencampur kotoran sapi dan jerami padi lalu ditambahkan EM4. Kedua bahan ini memang melimpah dan bisa diperoleh petani secara geratis. Sekam dibakar lalu diberikanke bedengan. Arang sekam merupakan salah satu contoh biochar yang dapat memperbaiki kualitas tanah.

Serasah hasil siangan juga dapat dibakar untuk menghasilkan abu atau arang. Abu dan arang ini lalu ditaburkan ke area tanam sebagai tambahan hara dan untuk meningkatkan pH tanah. Petani biasanya membakar serasah diantara bedengan. Sebenarnya membakar serasah diantara bedengan perlu dihindari karena suhu yang tinggi dapat mematikan mikroorganisme tanah. Pembakaran dapat dilakukan di tempat yang jauh dari bedengan.

Jika tipe tanahnya sama perbedaan hasil  panen disebabkan oleh perlakuan terhadap tanah dan perawatan tanaman. Petani memberikan arang sekam dan kompos dengan komposisi 1 : 1. Satu karung arang sekam dicampur dengan satu karung kompos.

Untuk menanam bawang merah, lahan dibuat bedengan-bedengan dengan ketinggian 25 cm agar lahan tidak tergenang. Bawan merah berakar dangkal dan menyukai tanah lembab tetapi tidak terlalu basah. Tanahnya gembur sehingga umbi dapat berkembang dengan sempurna. Pada musim kemarau, tanaman disiram dua kali sehari.

Selain perlakuan penting ini, pemupukan juga mutlak diberikan sebagai sumber hara bagi tanam