Budidaya Padi Jajar Legowo Super

10 Agu 2017, 12:45:21 WIBBerita Nasional

Budidaya Padi Jajar Legowo Super

 

Selain budidaya padi dengan sistem jejar legowo, sekarang dikenal dan dikembangkan sistem budidaya padi jajar legowo super. Apa itu jajar legowo super (jarwo) super / jarwo super adalah sistem produksi padi yang mengimplementasikan secara terpadu teknologi budidaya padi  berbasis cara tanam jejar legowo yang meliputi,   Varietas unggul bersetifikat  (VUB) dengan potensi hasil tinggi, biodekomposer, pupuk hayati, pemupkan berimbang, pengendalian OPT dengan nabati, dan penggunaan alsintan (khususnya transplanterdan combine harverster) untuk menekan biaya tenaga kerja.

Untuk benih, sistem jarwo super mengunakan VUB dengan potensi hasil tinggi, seperti varietas invari 30 Ciherang sub 1 dengan potensi hasil 13,9 ton GKP/ha, varietas invari 32 HDB dengan potensi hasil 14,4 ton GKP/ha, dan invari 33 dengan potensi hasil 10 GKP/ha. Komponen lainnya adalah pemberian pupuk organik, bisa berupa pupuk Petroganik maupun menggunakan teknologi perombak bahan organik untuk membuat pupuk organik dengan bahan baku jerami segar dan pupuk kandang yang sudah matang. Dosis yang diberikan adalah 1-2 ton/ha diaplikasikan sebelum pengolahan tanah ataupun bersamaan dengan pengolahan tanah kedua. Sistem jarwo super juga mengaplkasikan pupuk hayati. Pupuk hayati memiliki mikroba non patogenik yang dapat menambat nitrogen, melarutkan fosfat dan menghasilkan fitohormon. Fitohormon merupakan zat pemacu tumbuh tanaman. Keunggulan lainnya yang dimiliki oleh pupuk ini adalah kandungan mikroba yang memiliki aktivitas enziatik yang berpengaruh tehadap pertumbuhan, pembungaan, pemasakan biji, meningkatkan vigor dan viabilitas benih.

Budidaya padi jejar legowo super menggunakan pesemaian sistem dapog karena bibit ditanam dengan menggunakan alat tanam transpalnter. Benih disebar dalam media dapog yang berukuran 18 x 56 cm dengan jumlah benih sekitar 100-125 gram/kotal. Dapog dibuat secara insitu mengunakanplastik lembaran dengan media tanam terdiri dari campuran tanah dan pupuk kandang. Langkah selanjutnya adalah menanam bibit dengan menggunakan mesin transplanter. Penggunaan alat bertujuan untuk mengefisienkan waktu tanam dan tenaga kerja petani.

Pada Sitem jejar legowo super kerapatan tanaman merupakan hal yang penting untuk diperhatikan. Sistem tanam jajar legowo meupakan sistem tanam pindah dengan memberikan lorong kosong. Sistem tanam ini bertujuan untuk meningkatkan populasi tanaman padi per satuan luas sehingga adaanya efek tanaman pinggir dan mempermudah pemeliharaan tanaman. Penanaman bisa dengan sistem tanam jejar legowo 2:1 dengan jarak tanam 25 x 12,5 x 50 cm sehingga meningkatkan populasi tanaman menjadi 213.333 rumput/ha, atau terdapat peningkatan 33,3% dibandingkan sistem tegel.

Pemupukan organik dengan memberikan pupuk Petroganik atau kandang yang telah matang dan pemupukan organik dilakukan tiga kali yaitu pemupukan dasar pada umur 7 – 10 hari setelah tanam (HST). Pemupukan pertama pada umur 25 – 30 (HST) danpemupukan kedua pada umur 40-45 (HST). Untuk ekcukupan N dapat dilakukan dengan menggunakanbagan bawah daun (BWD) setiap 10 hari sehingga menjelang berbunga. Penanganan hama dan penyakit tanaman dilakukan diutamakan penanaman secara serempak, penggunaan varietas tahan, pengendalian hayati, biopestisida, fisik dan mekanik, feromon dan mempertahankan populasi musuh alami hindari penggunaanpupuk N secara berlebihan.(Miskat Ramadani/BB Padi,Balitan)