Budidaya Tanaman Nangka

23 Mar 2016, 14:16:39 WIBArtikel

Budidaya Tanaman Nangka

Berikut ini adalah budidaya tanaman nangka yang baik dan benar.
 
Nangka (Artocarpus heterophyllus atau A. integra) termasuk keluarga Moraceae, masih semarga dengan cempedak dan keluwih. Sebagai buah segar dan bahan sayur, nangka cukup populer di Indonesia. Konon tanaman yang bergetah putih ini berasal dari India Selatan, dan sudah lama dibudidayakan. Kemudian tanaman ini menyebar ke dataran Malaysia, dan kini terdapat luas di seluruh daerah tropis, termasuk Indonesia.
Tidak ada ruginya memiliki tanaman nangka, apalagi membudidayakannya. Karena tanaman ini banyak kegunaannya. Buahnya yang masih pentil, disebut babal, sering digunakan sebagai bahan rujak bebeg. Buah muda digunakan untuk sayur, sedangkan yang sudah matang selain untuk buah segar, juga sebagai bahan berbagai jenis makanan. Bijinya pun (yang sudah tua) enak rasanya bila direbus atau digoreng.
 
Selain itu kayu nangka cukup bagus untuk digunakan sebagai bahan bangunan atau untuk perabot rumah tangga. Daun-daunnya dapat dimanfaatkan untuk makanan ternak. Hampir semua bagian tanaman nangka tidak ada yang terbuang dan dapat dimanfaatkan.
 
Tempat Yang Cocok untuk Nangka
 
Nangka cocok ditanam di dataran rendah sampai dengan ketinggian 700 meter di atas permukaan laut. Namun sering juga dijumpai tanaman nangka yang tumbuh baik di daerah yang berketinggian 1000 meter dpl. Hal ini bisa saja terjadi karena tanaman nangka tahan terhadap hawa dingin dan memiliki perakaran yang dalam. Meskipun demikian, tanaman nangka tidak menyukai air yang berkelebihan. Ia lebih suka ditanam di daerah yang memiliki kedalaman air tanah antara 1-2 meter. Tanah yang gembur dan agak berpasir, ideal untuk tanaman ini.
 
Baca seelengkapnya Syarat Tumbuh Tanaman Nangka
 
Bibit Nangka
 
Nangka bisa diperbanyak secara vegetatif maupun generatif, yaitu dengan cangkok, okulasi, sambung pucuk, dan biji. Masing-masing teknik perbanyakan ini memiliki keunggulan.
 
1. Bibit dari Biji Nangka
 
Umumnya tanaman buah-buahan tidak dianjurkan diperbanyak dengan biji, karena perbanyakan dengan biji menghasilkan tanaman yang sifatnya menyimpang dari tanaman induknya. Lain halnya dengan nangka, meskipun diperbanyak dengan biji biasanya tidak banyak mengalami perubahan/penyimpangan dari induknya, seandainya ada hanya sedikit. Hal ini disebabkan tanaman nangka melakukan penyerbukan sendiri karena bunganya sempurna.
 
Tetapi untuk mendapatkan bibit yang bagus, yang tidak menyimpang dari sifat induknya, tidak sembarang biji nangka bisa ditanam. Harus dipilih biji yang baik.
 
Biji untuk benih diambil dari buah nangka yang matang pohon dan sehat. Tidak semua biji dari sebuah nangka dapat digunakan sebagai benih. Buah yang diambil bijinya hanya di bagian tengahnya saja, sedangkan ¼ bagian pangkal buah dan ½ bagian ujungnya tidak usah diambil bijinya. Biji-biji di bagian tengah buah itu dikeluarkan dari daging buahnya dan diseleksi lagi. Untuk keperluan benih dipilih biji-biji yang bentuk dan ukurannya seragam. Biji yang cacat, ukurannya terlalu besar atau terlalu kecil, terlalu gepeng atau lonjong sebaiknya tidak digunakan untuk benih. Pemilihan biji yang seragam ini dimaksudkan agar diperoleh bibit nangka yang sama.
 
Agar terhindar dari serangan cendawan, biji yang terpilih tadi dicuci bersih, untuk menghilangkan zat gula yang masih melekat. Lalu dikering-anginkan selama 3 hari dan dihindarkan dari panas matahari.
 
Setelah mendapatkan biji