Budidaya Tanaman Seledri Berkualitas Tinggi

17 Mei 2016, 08:44:58 WIBArtikel

Budidaya Tanaman Seledri Berkualitas Tinggi

Budidaya Tanaman Seledri Berkualitas Tinggi

RuangTani.Com – Seledri (Apium graveolens L.) merupakan sayuran daun dan tanaman obat yang biasa digunakan sebagai bumbu masakan. Di Indonesia, tanaman ini diperkenalkan oleh penjajah Belanda dan digunakan sebagai daun sup penyedap atau sebagai salad. Seledri sudah dikenal sejak ribuan tahun yang lalu sebagai komponen pengobatan dan bumbu masakan.

Seledri merupakan tanaman serbaguna, terutama sebagai sayuran dan obat-obatan. Sebagai sayuran, daun, tangkai daun, dan umbi-umbian sebagai campuran sup. Daun juga digunakan sebagai salad, atau dipotong kecil-kecil dan ditaburkan di bakso sup, sup, berbagai sup lainnya, bubur atau bahkan ayam.

 

Komoditas Tanaman ini juga memounyai nilai tinggi ekonomisnya karena tanaman ini sangat multi fungsi sehingga membuat tanaman ini cukup laris di pasaran dan juga masih kurangnya pasokan di pasar tradisional dan pasar modern. Simak di bawah ini cara mudah budidaya seledri.

Cara Mudah Budidaya Tanaman Seledri

Syarat Tumbuh

Tanaman seledri merupakan tanaman yang sangat tergantung pada lingkungan. Untuk dapat memperoleh kualitas dan hasil yang tinggi, seledri membutuhkan suhu berkisar antara C tanah Baik 16-21 ° tumbuh seledri mampu memegang air, baik dikeringkan dan pH berkisar 5,8-6,7. Karena memiliki sistem akar dangkal, seledri membutuhkan air selalu tersedia. Irigasi adalah cara fêtes penggunaan air yang efisien dan hemat biaya dan dapat meningkatkan efisiensi penggunaan nitrogen.

  • Persemaian

Biji seledri ditabur di pembibitan. Seledri perkecambahan berlangsung sangat lambat dan membutuhkan waktu antara 7-12 hari. Benih seledri ditanam dangkal untuk mempercepat pertumbuhan kecambah. Setelah tanaman 2 bulan tanaman seledri dapat pindahkan ke lapangan. Keuntungan pembibitan adalah kondisi tanaman lebih sempurna, jarak seragam, dapat mengurangi input produksi seperti pupuk, irigasi, dan hama dan pengendalian gulma.

  • Pengelolaan Tanah

Tanah digali dan di gemburkan lalu membuat lubang tanam dengan jarak tanam 50-70 cm (antar barisan) x 12-20 cm (berturut-turut). Jumlah seledri di lapangan umumnya berkisar 50000-100.000 tanaman per hektar. Jika pH tanah kurang dari 5,5 kalsifikasi menggunakan Kaptan / Dolomit dengan dosis 1,5 ton / ha, dan diaplikasikan untuk 34 minggu sebelum tanam.

  • Pemupukan

Seledri membutuhkan sejumlah besar nutrisi, terutama nitrogen, diperlukan untuk produksi biomassa. Karena itu perlu untuk produksi seledri tanah yang sangat subur. Dibutuhkan untuk budidaya seledri pupuk kandang sebanyak 20-30 ton / ha dan 300 kg N, P dan K 75 kg untuk 250 kg per hektar.

  • Pemeliharaan

Gulma harus ditangani secara cepat dan tepat, terutama pada tanaman yang baru ditanam, Benih seledri yang di tanam secara langsung biasanya pertumbuhan kecambahnya begitu lambat kadang-kadang pertumbuhan awalnya tidak mampu bersaing dengan gulma.

  • Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT)

Hama tanaman yang menyerang seledri antara lain lalat pengorok daun, bercak daun bakteri, busuk lunak bakteri, penyakit fusarium, penyakit hawar serkospora, hama tanaman, busuk akar, dan berbagai virus. Pengendalian hama dilakukan tergantung pada hama. Jika pestisida yang diperlukan, penggunaan yang ama