Cara Mudah dan Cepat Membuahkan Jeruk Keprok

05 Feb 2018, 13:34:29 WIBArtikel

Cara Mudah dan Cepat Membuahkan Jeruk Keprok

Jeruk keprok menjadi andalan baru untuk memenuhi kebutuhan jeruk di pasar lokal, sekaligus untuk menghadapi serbuan jeruk impor. Namun dalam  perkembangannya masih banyak kendala yang dihadapi untuk meningkatkan produksi jeruk keprok. Salah satunya, masih banyak petani yang menghendaki menanam jeruk siam, karena waktu berbuah jeruk siam relatif lebih cepat, yaitu hanya membutuhkan waktu sekitar 2,5 tahun setelah tanam. Sedangkan jeruk keprok berbuah pertama membutuhkan waktu lebih lama, yakni rata-rata 4 tahun setelah tanam.

Untuk itu dibutuhkan teknologi sederhana untuk mempercepat poses berbuah jeruk keprok, salah satunya dengan metode pelenturan percabangan. Dengan metode ini petani tidak perlu khawatir menanam jeruk keprok karena umur produksi awal bisa dipercepat sama dengan jeruk siam, bahkan mampu berbuah lebih banyak hingga 20 s/d 25 kg perpohon pada awal produksi. Kebun percobaan banaran di Batu Jawa Timur telah menggunakan metode ini untuk mempercepat proses berbuah tanaman jeruk Keprok Batu 5 dan sekarang sudah terlihat hasilnya.

Prinsip dasar metode ini adalah perlakuan gangguan pada percabangan dengan cara melunturkan atau membuat cabang menjadi lentur sehingga terjadi gangguan pada jaringan  xilem ataupun floam, yang berdampak meningkatnya akumulasi karbohidrat (CH2O) yang ada didalam daun dan akan mempengaruhi yang ada di dalam daun dan akan mempengaruhi kecepatan kesiapanprimordia bakal bunga dan bakal buah. Disamping itu juga dilakukan pengaturan derajad sudut percabangan tanaman agar menjadi besar dari sebelumnya, sehingga postur tanaman terbentuk lebih ideal dengan pertumbuhan pada tajuknya cenderung menyamping (horizontal). Dengan cara ini pengruh gravitasi bumi sedikit terhambat untuk menarik atau mengurangi ketersediaan carbon (C) dan nitrogen (N) yang terdapat pada bagian tubuh tanaman.

Waktu yang tepat untuk melakukan perlakuan pelenturan percabangan adalah pada saat tanaman mulai layu tepatnya di awal musim kemarau (awal) tanaman mengalami kondisi stres air). Pada kondisi tersebut tanaman berhenti bertunas dengan kondisi sedikit layu sehingga cabang itdak mudah patah saat dilakukan proses pelenturan. Perlu diingat selama 2 – 3 bulantanaman yang sudah diperlakukan pelenturan tidak perlu disiram air. Disamping itu, faktur utama penentu keberhasilan dari metode ini harus mengubah komposisi dosis pemupukan yang diberikan pada tanaman, karena adanya perubahan fisiologis tanaman dan fase vegetatif (pertumbuhan) ke fase generatif (produksi).

Cara melakukanpelenturan pada percabangan tanaman jeruk keprok sangat mudah dan sederhana. Perlakuan yang dilakukandi Kebun percobaan Banaran, jeruk keprok Batu 55 menunjukan hasil prduksi yang maksimal dengan masa produksi awal 1,5 tahun lebih cepat dari masa produksi  yang sebenarnya. Artinya dengan menerapkan teknologi pelenturan percabangan pada agribisnis budidaya tanaman jeruk Keprok dapat menghemat biaya produksi sebesar 37,5% dari total biaya produksi tanaman jeruk belum menghasilkan (TBM). (ady Cahyono/Balitjestro)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

<