Dinas PTPH Berkomitmen Tingkatkan Produksi Padi

01 Mar 2019, 08:32:42 WIBKabar Kaltim

Dinas  PTPH Berkomitmen Tingkatkan Produksi Padi

BALIKPAPAN - Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Holtikultura (PTPH) Provinsi Kaltim H Ibrahim mengatakan, pihaknya terus berkomitmen untuk tetap meningkatkan produksi padi di daerah dengan cara mekanisasi seperti peningkatan cetak sawah, optimalisasi lahan dan meningkatkan produktivitas tanaman.

"Melalui optimalisasi lahan yang ada didaerah dan mekanisasi pertanian, kita harapkan produksi padi di wilayah Kaltim bisa terus meningkat," kata Ibrahim usai pembukaan Rapat koordinasi dan sinkronisasi (Rakorsin) pembangunan pangan, tanaman pangan dan holtikultura se Kalimantan Timur tahun 2019, yang digelar di Hotel Horison Sagita Balikpapan, Kamis (28/2/2019).

Menurut Ibrahim, berbagai upaya dilaksanakan untuk mewujudkan swasembada beras Kaltim dilakukan dengan perbaikan prasarana pengairan. Diantaranya, pembangunan bandungan serta kegiatan rehabilitasi jaringan irigasi, pipanisasi, pembangunan pintu-pintu air dan pompanisasi.

"Selain itu, kita juga terus melakukan peningkatan sumber daya manusia (SDM) para pemuda petani, dengan memberikan berbagai pelatihan dan keterampilan dalam upaya peningkatan produksi padi di seluruh wilayah Kaltim," tandasnya. 

Selain pembukaan lahan pertanian, lanjut Ibrahim, Dinas PTPH juga mengembangan padi ladang dalam upaya pemenuhan kebutuhan beras di Kaltim, karena saat ini Kaltim masih kekurangan hampir 90 ribu ton gabah, oleh karena itu perlu inovasi dan kreasi bagaimana agar kekurangan tersebut bisa dimanimalisir.  

"Sekarang ini, kita juga melaksankan program Upsus (upaya khusus) untuk pengembangan padi jagung dan kedelai, jadi tidak hanya fokus dalam peningkatan produsi padi baik padi sawa maupun padi ladang, tetapi juga komoditas lainnya," tandasnya.

Ibrahim juga mengharapkan kesadaran dan dukungan perusahaan pertambangan maupun perkebunan serta kehutanan dapat membantu dalam peningkatan produksi padi, jagung, kedelai maupun komoditas lainnya.

"Program corporate social responsibility (CSR) perusahaan juga sangat penting untuk menunjang kegiatan pertanian Kaltim, dimana peran dan dukungan pihak swasta (perusahaan) sangat besar terutama dalam upaya bersama terwujudnya swasembada beras di Kaltim," kata Ibrahim. (mar/ri/fat/humasprov kaltim)