Gubernur Kaltim Lakukan Peletakan Batu Pertama Pabrik Tepung Singkong/Tepung Pisang di KEK Maloy

01 Apr 2017, 18:45:21 WIBKabar Kaltim

Gubernur Kaltim Lakukan Peletakan Batu Pertama Pabrik Tepung Singkong/Tepung Pisang di KEK Maloy

KALIORANG –  Rencana pembangunan pabrik tepung singkong/tepung pisang di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK) telah direalisasikan. Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak memulai peletakan batu pertama (groundbreaking) program pengembangan industri pengolahan produk turunan sektor pertanian hortikultura tersebut dalam rangkaian kunjungan kerjanya ke Kabupaten Kutai Timur, Jumat (31/3).

“Ini penting. Ke depan semua produksi hasil pertanian dibawa ke sini. Diolah menjadi berbagai produk turunan dengan nilai tambah tinggi,” kata Awang Faroek pada acara Groundbreaking Pabrik Tepung Singkong/Tepung Pisang di KEK MBTK, Kecamatan Kaliorang, Kabupaten Kutai Timur, Jumat (31/3).

Tidak hanya diolah, produk yang dihasilkan selain didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kaltim juga diekspor melalui pelabuhan internasional yang dikembangkan di KEK Maloy. Karenanya ke depan ia berharap agar  semua produksi pertanian hortikultura termasuk perkebunan dibawa ke Maloy lalu diolah menjadi berbagai produk turunan yang memberi banyak nilai manfaat dan nilai tambah.

“Tidak ada lagi yang dijual ataupun diekspor dalam bentuk mentah. Semua harus sudah dalam berbagai bentuk produk turunan dengan nilai tambah tinggi,” katanya.

Sejalan dengan itu, gubernur berharap pabrik tersebut akan terus dikembangkan untuk industri pengolahan berbagai produk pertanian hortikultura. Bila perlu, kata dia, tidak sebatas mengolah tepung, tapi produk siap pakai yang bisa langsung dimanfaatkan masyarakat bahkan menjadi etanol sebagai bahan sumber energi baru terbarukan hasil pengolahan singkong. Ke depan diharap kendaraan bermotor menggunakan etanol dari Maloy.

Bupati Kutai Timur, Ismunandar mengatakan untuk program ketahanan pangan sudah membangun contoh satu pabrik tapioka di daerah Rantau Pulung. “Jika pabrik yang digroundbreaking sudah operasional nantinya jadi pusat penampungan di Kaltim. Kalau di Rantau Pulung skala kecil, ini skala besarnya,” sebutnya.

Ia berharap nantinya pabrik menjadi penampung hasil produksi petani agar mereka kembali bersemangat mengembangkan usaha pertanian. Pengalaman di masa lalu saat petani ramai menanam nilam dan jagung namun tidak ada tertampung diharap tidak terulang dengan kehadiran KEK Maloy.

Sementara itu Dirut Perusda Kaltim Melati Bakti Satya (MBS), Agus Dwitarto menyambut baik pengembangan pabrik singkong dan pisang karena kedua komoditi tersebut merupakan komoditas utama petani sekitar. “Harapannya banyak manfaat yang dihasilkan dari pengolahan industri,” katanya.

Selain itu, ia juga berencana datang lagi ke KEK Maloy pada 10 April mendatang untuk proyek penting lainnya, yakni listrik dan pabrik kelapa sawit.  Menurutnya proyek-proyek tersebut merupakan kebanggaan Kutim dan masyarakat Kaltim. “Ke depan jadi kawasan pertama tidak hanya antar pulau tapi ASEAN,” timpalnya.(diskominfo kaltim/arf)