Hari Pangan Sedunia: Menyambut migrasi anak muda kembali ke pertanian

23 Okt 2017, 12:45:30 WIBBerita Nasional

Hari Pangan Sedunia: Menyambut migrasi anak muda kembali ke pertanian

JAKARTA, Indonesia — Tahukah Anda bahwa tema Hari Pangan Sedunia tahun 2017 ini ternyata erat kaitannya dengan migrasi.

Hari Pangan Sedunia tahun ini bertemakan “Change the future of migration. Invest in food security and rural development”. Tema ini relevan dan merupakan masalah yang serius di banyak negara. Data Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menunjukkan sekitar 200 juta orang menjadi migran antar negara tidak dengan sukarela, 70 juta karena perang dan kekerasan, serta 20 juta karena bencana di kampung halamannya.

Sebagian besar adalah wanita dan anak-anak yang kebanyakan berasal dari daerah pedesaan. Hal ini memiliki pengaruh yang besar pada pangan dan pertanian; mulai dari penyediaan makanan bagi para migran hingga pengaruhnya pada pertanian yang ditinggalkan, serta kebutuhan pertanian untuk lapangan kerja di daerah tujuan.

Untungnya bagi Indonesia, masalah migran “terpaksa” (karena perang atau bencana) bukan merupakan hal yang utama. Bahkan banyak cerita kegiatan transmigrasi dahulu terbukti mampu mengatasi sebagian masalah kemiskinan dan pembangunan daerah serta menjadi pilar pembangunan berbagai komoditi pertanian.

Di sisi lain, terlepas dari beberapa kasus yang kurang baik, umumnya pekerja migran Indonesia ke luar negeri telah mengirimkan uang remitansi (uang kiriman) yang cukup besar ke kampung halamannya.

(BACA: