Indonesia Masuk Dalam 25 Besar Pertanian Dunia

18 Okt 2017, 12:15:38 WIBBerita Nasional

Indonesia Masuk Dalam 25 Besar Pertanian Dunia

“Untuk pertama kalinya, pertanian Indonesia masuk dalam 25 besar pertanian dunia. Lembaga riset dan analisis ekonomi internasional yang berpusat di Inggris, The Economi Intelegent Unit 9EIU) dan Barilla Center for Food ang Nutrition (BCFN) Foundation merilis indek keberlanjutan pangan atau Food Sustainability indek (FSI) pada Desember 2016 di situs resminya http://foodsustainability.eiu,com/country-ranking.”

Hasil riset tersebut menunjukan bahwa Indonesia termasuk 25 besar negara yang diteliti dengan pertimbangan dua per tiga penduduk di 25 negara tersebut sudah mencakup 87 persen total  Produk Domestik Bruto (PDB) Dunia.

Tahun lalu, Indek Ketahanan Pangan Global Indonesia atau Global Food Security Index (GFSI) Indonesia meningkat dari peringkat 74 menjadi peringkat ke 71 dari 113 negara yang diteliti. EIU juga menilai, Indonesia merupakan salah satu negara yang mengalami perubahan besar pada pangan keseluruhan (2,7). Aspek ketersediaan pangan Indonesia tahun 2016 berada pada peringkat 66.

Riset FSI disusun dari 58 indikator mencakup emapat aspek yakni : Secara keseluruhan (overall), pertanian berkelanjutan (sustainable agriculture), kehilangan atau susut pangan dan limbah (food loss and waste) serta aspek gizi (nutrisional challenges).

Secara keseluruhan, Indonesia berada di peringkat 21 dengan skor 50,77 setelah Brasil serta berada di atas Uni Emirat Arab, Mesir, Arab Saudi, dan India. Untuk sutainable agriculture, Indonesia bercokol di rangking 16 (skor 53,87) setelah Argentina serta berada di atas China, Ethiopia, Amerika Serikat, Nigeria, Arab Saudi, Afrika Selatan, Mesir, Uni Emirat Arab, dan India. Pada katagori ini, Indonesia mendapat skor tinggi pada ketersediaan sumber daya air yang melimpah, rendahnya dampak lingkungan sektor pertanian pada lahan, keanekaragaman hayati lingkungan, produkstivitas lahan, serta mitigasi perubahan iklim.

Sementara itu, dari aspek food loss and waste, Indonesia bertengger di peringkat 24 (skor 32,53) setelah Uni Emirat Arab dan berada dan berada di atas Arab Saudi. Pada aspek ini Indonesia termasuk dalam katagori sedang. Dalam upaya mengatasi masalah kehilangan makanan (food loss)

Selanjutnya dari aspek nutritional challenges, Indonesia masuk peringkat 18 (skor 56,79) setelah Brasil dan berada diatas Turki, Rusia, Mesir, Meksiko, Afrika Selatan, Nigeria dan India. Pada katagori ini Indonesia dipandang mampu mengatasi masalah definisi micronutrient, prevalensi kelebihan gizi, kurang gizi, serta mampu mebeli makanan segar.

SATU- SATUNYA NEGARA ASEAN

Hasil FSI2017 ini sangat menggembirakan karena Indonesia termasuk 25 negara besar, sebagai satu-satunya negara ASEAN yang disurvey dan hasilnya mengalahkan negara besar lainnya”. Ini prestasi luar biasa di bidang pertanian pada era kepemimpinan Presiden Joko Widodo.

Peneliti senior INDEF Sugiyono, mengapresiasi hasil riset EIU. Faktanya memang pada era Menteri Pertanian Amran Sulaiman ini banyak terobosan dan hasilnya menakjubkan.”Ini bisa dilihat secara kasat mata pada saat Ramadhan dan Idul Fitri 1438 H kemarin, pasokan pangan melimpah dan harga setabil, tahun-tahun sebelumnya, setiap hari Raya Idul Fitri hingga harga pangan bergeliat naik”, ujarnya.

Sugiyono mengatakan prestasi sektor pertanian dapat dilihat data Badan Pusat Statistik (BPS). Sektor pertanian pada Triwulan-I 2017 tumbuh pesat yaitu 15,59 persen dibandingkan triwulan sebelumnya (Q to Q), dan tumbuh terbesar dibanding sektor lain. Pertumbuhan ini terutama di topang oleh subsektor tana