Jangan Tergiur Harga Murah, Petani Harus Cerdas Memilih

17 Nov 2016, 12:27:09 WIBKabar Kaltim

Jangan Tergiur Harga Murah, Petani Harus Cerdas Memilih

 

SAMARINDA, Peredaran pupuk palsu di kalangan petani terutama petani tanaman pangan dan hortikultura, kerap terjadi karena kurangnya pengetahuan petani dan masih lemahnya pengawasan dari pemerintah.

Superintendent Komunikasi dan Promosi PT Pupuk Kaltim, Erdianto Hadi mengatakan masih banyak pola pikir petani yang menganggap pupuk berharga  lebih murah ketimbang harga pupuk yang  dikeluarkan oleh pemerintah dan pabrikan besar,  kualitasnya sama. Padahal pupuk palsu tentunya tidak memiliki rumusan kimia saat pembuatan atau pencampurannya.

“Industri pupuk adalah industri kimia yang memerlukan rumusan-rumusan tertentu dalam pembuatannya. Jadi tidak sembarangan. Makanya tidak ada industri pupuk skala rumahan,” jelas Erdianto Hadi yang akrab disapa Edo ini.

Banyak ditemukan pupuk palsu di kalangan petani, terutama petani tanaman pangan yang biasanya mendapat pasokan pupuk bersubsidi dari pemerintah berdasarkan perhitungan Rencana Deveratif Keperluan Kelompok (RDKK).

Pasokan pupuk ke petani di setiap kota dan kabupaten setiap tahunnya selalu mengacu pada RDKK yang disusun setiap tahunnya. Sehingga kemungkinan kurang dan lebihnya pupuk di petani  tidak terlalu jauh dari rencana yang dibuat.

Lanjut Edo, pupuk bersubsidi hanya dapat dibeli di agen resmi dan hanya untuk kelompok tani yang terdaftar sesuai dengan keperluan kelompoknya. Sehingga, jika ada pupuk bersubsidi dijual di pasar bebas,  dipastikan pupuk tersebut adalah palsu atau dipalsukan.

Keragaman merek pupuk non subsidi baik yang diproduksi di Indonesia maupun impor  dari luar negeri, menjadi celah bagi oknum pemalsu pupuk. Apalagi petani sangat minim informasi jenis dan merek pupuk yang beredar di pasaran.

“Makanya jadilah petani  cerdas. Jangan berpikir  bahwa harga yang murah hasilnya juga bagus bagi tanaman. Coba yang telah terbukti  karena harga lebih murah belum tentu menjamin pupuk  yang dibeli adalah pupuk asli,” ucap Edo.

 

Media Gathering dan Sosialisasi Product Knowledge bersama wartawan cetak, elektronik dan media daring (online) di Samarinda, Sabtu malam (22/10) ini adalah bentuk pengenalan yang dilakukan oleh PT Pupuk Kaltim.

Sosialisasi serupa juga dilaksanakan di enam provinsi dan kota lainnya di Indonesia yang termasuk dalam wilayah kerja Pupuk Kaltim. Tempat-tempat tersebut yaitu di Bali, NTB, NTT, Makassar Sulawesi Selatan, Surabaya dan Malang di Jawa Timur dan Kaltim di Samarinda.(vb/yul)