Kabupaten/Kota Susun Angka Ramalan (ARAM) II Produksi Pangan

25 Sep 2013, 12:02:36 WIBKabar Kaltim

Kabupaten/Kota Susun Angka Ramalan (ARAM) II Produksi Pangan

SAMARINDA – Kondisi perkembangan tanaman pangan di Kaltim pada 2008 hingga 2010 terjadi penurunan produksi, namun pada tahun berikutnya yaitu 2011 dan 2012 terjadi peningkatan yang cukup menggembirakan.  
Demikian dikatakan Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kaltim, H Ibrahim didampingi Plt Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Achmad Zaini  saat membuka Rapat Koordinasi Penyusunan Angka Ramalan (Aram) II Tahun 2013 Produksi Tanaman Pangan se- Kaltim di Samarinda, Senin (23/9).  
“Kendala pemenuhan kebutuhan pangan di Kaltim antara lain adalah pertumbuhan penduduk yang tinggi dari provinsi lain. Selain itu, terjadi karena luas tanam dan luas panen yang produktivitasnya masih rendah,” jelas Ibrahim.  
Dia mengatakan akan terus mengupayakan pemenuhan kebutuhan pangan terhadap laju pertumbuhan penduduk dengan berbagai cara. Beberapa diantaranya adalah dengan fokus kawasan pada 50 kecamatan prioritas, fokus pada komoditi padi, jagung, kedele dan ubi kayu atau singkong.  
Selain itu, mendorong penguatan dan integritas dalam lingkup pertanian seperti integrasi dengan perkebunan, peternakan, perikanan dan kehutanan.  Untuk menggenjot produksi pangan di Kaltim, Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kaltim telah menyalurkan beberapa bantuan, antara lain cetak sawah seluas 5.770 hektar (ha), optimalisasi lahan seluas 4.110 ha, jalan usaha tani sepanjang 48 kilometer, jaringan irigasi 12.485 ha, pembuatan pintu air sebanyak 117 unit, bantuan alsintan berupa traktor tangan 140 unit, perontok padi 28 unit, mesin pengolah beras 22 unit, dan mesin cultivator sebanyak 29 unit.  
“Kita juga membantu benih unggul padi baik bantuan APBD maupun APBN untuk penangkaran seluas 20 hektar, padi hibrida 200 hektar dan pengembangan benih padi lokal sebanyak 10 hektar,” jelasnya.  
Ibrahim berharap dalam Rapat Koordinasi Penyusunan Angka Ramalan (Aram) II Tahun 2013 Produksi Tanaman Pangan, peserta dari 14 kabupaten/kota dapat memasukkan data dengan cermat, akurat, benar dan dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan kondisi di lapangan.