Lomba Cipta Menu Beragam Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) Tingkat Provinsi Kaltim

08 Agu 2018, 15:14:53 WIBKabar Kaltim

Lomba Cipta Menu Beragam Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) Tingkat Provinsi Kaltim

SAMARINDA– Tim PKK Kota Samarinda  akhirnya menjuarai Lomba Cipta Menu Beragam Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) tingkat Provinsi mengalahkan Berau dan Bontang masing-masing meraih juara 2 dan 3 yang digelar Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kaltim bekerja sama dengan TP PKK Prov Kaltim, Rabu (8/8) dan pada bulan oktober akhir tahun akan mewakili Kaltim  untuk mengikuti lomba ke tingkat Nasional di Banjarmasin, Kalimantan Selatan dalam rangka hari pangan se-dunia mendatang.

dengan penilaian yang cukup ketat dari dewan juri akhirnya Samarinda menjadi juara pertama setelah  mengalahkan 8 Kab/Kota lainnya.  PKK Kota Samarinda  dinilai mampu menyusun menu melalui pendekatan B2SA  serta kretifitas yang tinggi sehingga mampu membuat anggota keluarga tidak bosan makan di rumah karena kemampuan seorang ibu dalam megolah makanan dengan gizi yang seimbang.

Pada kegiatan yang sama untuk kategori kreasi cita rasa dan penampilan, Tim PKK Kota Bontang  mendapat nilai tertinggi mengalahkan Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kota Samarinda diurutan 2 dan 3.

Amelia Suharni Faroek Ketua PKK Provinsi Kaltim pada  sambutannya mengatakan lomba ini harus dapat meningkatkan pemahaman serta memotivasi para ibu agar mampu menyajikan menu masakan yang sehat bagi keluarga. Selain itu mampu mengubah pola pikir ibu rumah tangga agar kreatif menyajikan menu masakan bagi keluarga.

“Beras dan tepung yang biasanya jadi ketergantung masyarakat untuk dikonsumsi dalam memenuhi sumber karbohidrat,   maka pada acara kali ini pakan alternatif dijadikan  sumber olahan yang menarik, seperti singkong, ubi rambat, serta jagung  yang merupakan   potensi atau komoditi lokal yang dapat memenuhi karbohidrat,” katanya.

Melalui lomba B2SA ini, lanjutnya, akan dijadikan sebagai ajang memperkenalkan dan mempromosikan keanekaragaman  bahan makanan yang bisa diolah menjadi masakan, yang memiliki cita rasa khas dan bergizi, serta dapat memasyarakatkan keanekaragaman konsumsi pangan lokal di Kaltim. (sh)