Padang Inginkan Penas Lebih Sukses Dari Kalimantan Timur

19 Okt 2017, 14:56:04 WIBKabar Kaltim

Padang Inginkan Penas Lebih Sukses Dari Kalimantan Timur

 

SAMARINDA– Pemerintah Kota Padang melakukan kunjungan kerja ke Kaltim untuk mendapatkan masukan dan mempelajari sistem serta cara  sukses melaksanakan Penas XIII di Kutai Kartanegara pada 2011.

Rombongan Kota Padang yang berjumlah sekitar 25 orang dipimpin langsung oleh dan beberapa Kepala Dinas diterima oleh Plt, Kadis Pangan Tanaman Pangan dan Hortikutltura, Ir.M. Alimuddin,MP, didampingi eks panitia besar Penas XIII Tani dan Nelayan 2011 di Kutai Kartanegara, diantaranya HM Yadi Sofian Noor yang sekarang menjabat Sekjen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Pusat.

Menurut Ir.M. Alimuddin, MP kami sangat senang dan bangga karena Kalimantan Timur dijadikan barometer keberhasilan pelaksanaan Penas beberapa tahun lalu di Kabupaten Kutai Kartanegara, dalam sambutannya menerima tamu dari Pemerintahan Kota Padang, kamis (19/10).

Dalam pertemuan yang dilaksanakan di Ruang rapat Dinas Pangan TPH Prov Kaltim, Sekda Kota Padang Ir. Asnil, M,Si selaku pimpinan rombongan, mengungkapkan dipilihnya Kaltim sebagai tujuan studi banding, karena dinilai sukses dalam penyelenggaraan Penas XIII KTNA dan merupakan yang terbaik selama penyelenggaran Penas.

Menurut dia, Kaltim yang sukses menggelar Penas XIII KTNA yang dihadiri sekitar 37.000 petani dan nelayan se-Indonesia, pasti memiliki kiat-kiat khusus baik dalam sistem penganggaran dan pelaksanaan, sehingga dapat berbagi pengalaman dengan Kota Padang.

“Kami ingin sukses melaksanakan Penas, baik segi penyelenggaraan, substansi dan ekonomi kerakyatan. Termasuk terkait dengan akomodasi dan transportasi. Kami ingin mendengarkan masukan dari provinsi dan kabupaten yang telah berpengalaman melaksanakan even yang dihadiri puluhan ribu petani dan nelayan seIndonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Sekjen KTNA Pusat, HM Yadi Sofian Noor, menjelaskan, Keinginan Pemerintah Kota Padang untuk menjadi tuan rumah Penas bukanlah mudah karena sebelumnyapun kalah dengan Kabupaten Malang dan akhirnya akan menjadi tuan rumah tahun 2020 mendatang.

“Alokasi anggaran untuk pelaksanaan Penas 2011 lalu dari Pemprov sebesar Rp40 miliar dan Pemkab Kukar sebesar Rp120 miliar. Hal ini dikarenakan kondisi geografis Kukar dan banyaknya infrastruktur yang harus dibangun,” jelasnya.

Terkait pelaksanaan Penas 2020 mendatang, menurut dia, diperlukan komunikasi intensif antara jajaran panitia, baik panitia provinsi dan kabupaten/kota pengiriman kontingen. Pemprov Padang juga penting menyediakan transportasi dan konsumsi untuk menghindari pemborosan, tempat atau lokasi Penas tidak jauh dari Bandara, karena akan memudahkan peserta saat kedatangan dan kepulangan.

“Yang terpenting koordinasi dan komunikasi dengan pemerintah pusat. Jadi kita mengetahui apa-apa saja dana yang berasal dari pusat, sehingga daerah bisa mengalokasikan untuk kegiatan yang memang ditanggung daerah. Jangan sampai ada miss communication,” ucapnya. (hms/dispang.tph).