Padi “Tarabas” Varietas Unggul Baru

20 Jun 2017, 11:08:11 WIBArtikel

Padi “Tarabas” Varietas Unggul  Baru

Padi “Tarabas” Varietas Unggul  Baru

Balai besar penelitian tanaman padi (BB Padi) mempunyai  sejarah yang panjang sejak didirikan pada tahun 1972 dengan nama Lembaga Pusat Penelitian Pertanian (LP3) Cabang Sukamandi. Pada tahun 1980, Presiden Suharti meresmikan institusi  ini dengan nama Balai Penelitian Tanaman Pangannn (Balittan) Sukamandi yang menangani penelitian padi dan palawija. Sejak tahun 1994, lembaga ini memperoleh mandat khusus untuk padi dengan nama Balai Penelitian Tanaman Padi  (Balitpa) dengan status eselon IIIa.

Sejalan dengan kontribusi dan tangung jawabnya, Balitpa kemudian ditingkatnkan statusnya menjadi Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi)  pada tahun 2006 dengan status eselon Iib dalam lingkup BB Padi adalah menghasilkan varietas unggul dan mengalihkan inovasi teknologi yag lebih unggul dari sebelumnya. Dalam menghasilkan varietas baru ada dua srategi, yaitu menghasilkan varietas unggul  yang mempunyai sifat lebih tahan OPT seperti varietas inpari yang sudah dilepas dan yang kedua varietas bersifat fungsional yang tujuannya lebih kepada mengembangkan beras yang memiliki mutu khusus seperti tipe basmati yang banyak dikonsumsi orang Pakistan dan Timur Tengah dan beras tipe japonika yang banyak dikonsumsi orang Asia Timur.

Varietas Tarabas.

Ismail mengatakan bahwa tahun 2017 akan dilepas varietas yang memiliki beras tipe Basmati. BB Padi sudah menghasilkan galur-galur baru yang mutunya sama dengan beras Basmati, tinggal menunggu hasil uji multilokasi. Selain itu beras beras tipe japonika juga akan dilepas tahun 2017. Beras tipe Japonoka rasanya  lebih pulen dan cocok untuk lahan irigasi/sawah. Salah satu padi lokal yang berkembang di Jawa Barat bernama Tarabas memiliki mutu beras japonika. BBPadi bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Provinsi jawa Barat berusaha untuk mengembangkan padi lokal ini agar bisa menjadi varietas unggul nasional Padi Lokal Tarabas ini sudah dimurnikan dan disetujui untuk dilepas sebagai varietas unggul nasional. Ini penting agar benih padi Tarabas dapat diproduksi lebih baik melalui proses sertifikasi benih sehingga semakin banyak petani yang bisa menanam beras japonika yan memiliki beras premium. Tarabas  berasal dari bahasa sunda yang bermakna menerobos. Mudah-mudahan ini bisa menjadi terobosan bagi negara kita  agar bisa lebih bersaing di pasar beras premium khususnya beras japonika. Beras , merupakan beras yang digunakan di restoran-restiran siap saji karena rasanya yang pulen dan enak

Padi Tarabas

Kelebihan Tarabas adalah resisten terhadap serangan penyakit blas dan tungro, namun varietas ini rentan terhadap hama wereng. Produkstivitas varrietas ini dapat mencapai 5-6 ton/ha, cukup tinggi dibandingikan varietas lokal yang ada pada umumnya. Keunggulan lainny adalah harga berasnya yang mahal. Saat ini harga beih sumber varietas Tarabas sedang diperbanyak dan akan disosialisaikan agar bisa diadopsi oleh petani. Beras Terabas ini bentuknya bulat, sama dengan beras-beras yang kita lihat di restauran Korea, nasinya pulen dan lengket, kita bisa memakannya dengan menggunakan sumpit.

Spektakuler

     Sebagai balai benih penelitian yang dinaungi Kemanterian Pertanian, BB padi sedang fokus untuk menghasilkan padi yang spektakuler dengan produktivitas 15 ton/ha. Hal tersebut sesuai dengan arahan dan permintaan Menteri Pertanian, Amran Sulaiman.”Untuk menghasilkan 15 ton, kita mempunyai strategi dengan mengumpulkan semua pihak untuk proses kontes uji daya hasil dan semua peneliti sudah siap. Kontes tersebut berasal dari galur-galur konsorsium, introduksi, inbrida dan hibrida, untuk melakukan pengujian daya hasil. Saat ini kontes tersebut sedang dilakukan ditanam di beberapa tempat, tinggal melihat galur yang paling bagus dan kita  akan pilih”, tegas ismail.