Padi Tadah Hujan dan Berumur Genjah

28 Feb 2017, 13:34:08 WIBBerita Nasional

Padi Tadah Hujan dan Berumur Genjah

Lahan sawah tadah hujan dengan luas 1.4 juta ha merupakan lumbung padi kedua setelah lahan irigasi bagi Indonesia. Pengertian lahan sawah tadah hujan adalah lahan yang memiliki pematang namun tidak dapat diairi dengan ketinggian dan waktu tertentu secara kontinyu. Oleh karena itu pengairan lahan sawah tadah hujan sangat ditentukan oleh curah hujan sehingga risiko kekeringan sering terjadi pada daerah tersebut pada musim kemarau.

Sejauh ini varietas padi untuk lahan sawah tadah hujan yang memiliki sifat tahan terhadap penyakit blas masih sangat terbatas. Di lain pihak sangat diperlukan diversifikasi varietas tahan penyakit blas untuk menanggulangi penyakit tersebut agar gen ketahanan tidak mudah patah. Oleh karena itu diperlukan sejumlah varietas dengan keragaman gen ketahanan yang luas yang dianjurkan untuk ditanam oleh petani. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian telah melepas varietas padi sawah tadah hujan yang toleran terhadap kekeringan dan tahan penyakit blas, diantaranya yaitu Inpari 38 Tadah Hujan, Inpari 39 Tadah Hujan, dan Inpari 41 Tadah Hujan.

Inpari 38 Tadah Hujan merupakan hasil persilangan dari IR68886BA/BP68*10/ Selegreng//Guarani/Asahan. Pada tahap pengujiannya, pada saat generasi menengah telah dilakukan pengujian daya hasil selama 3 musim di Taman Bogo Lampung. Galur ini lebih memiliki tinggi tanaman relatif pendek dan telah teruji potensi hasilnya pada kondisi kering di Taman Bogo sehingga kemudian galur ini dilanjutkan untuk diuji multilokasi pada kondisi lahan tadah hujan.

Inpari 38 Tadah Hujan memiliki hasil gabah kering giling 5.71 t/ha, potensi hasil 8.16 t/ha, berumur genjah, dan agak toleran terhadap kekeringan. Varietas Inpari 38 Tadah Hujan agak tahan terhadap penyakit hawar daun bakteri st