Panen Perdana Bawang Merah di Samarinda

10 Des 2018, 11:54:01 WIBKabar Kaltim

Panen Perdana Bawang Merah di Samarinda

SAMARINDA - Petani Samarinda Kelompok tani maju sejahtera Kelurahan Air Putih melakukan panen perdana bawang merah, Senin (6/12). Panen perdana ini adalah kerja sama Dinas Pertanian Kota Samarinda dengan fihak Panah Merah sebagai penyalur benih. Kegiatan Panen dihadiri Oleh Kepala Dinas Pertanian Kota Samarinda, Kepala Bidang Hortikultura, serta yang mewakili dari Pemerintah Kota.

Menurut Ir. Ary Yasir Pilipus Kepala Dinas Petanian Kota Samarinda,”keberhasilan panen itu memberi optimisme bahwa suatu saat nanti para petani Samarinda akan bisa mencukupi sendiri kebutuhan Kota”.

“Jika dilihat dari hasil panen dan antusias petani Kota Samarinda maka komoditi bawang merah  bisa jadi nilai tambah bagi petani untuk meningkatkan kesejahteraannya.”Ujar Ir. Fahrudin Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pangan TPH Prov. Kaltim.

Antusias Para petani yang berjumlah hampi 40 orang yang hadir pada pertemuan dan acara panen tersebut sangat luar biasa, karena mereka menyaksikan dan ikut  memanen bawang merah tersebut.” Kami sangat senang jika melihat hasil panen ini namun juga mengharapkan perhatian penuh pemerintah agar membantu dalam pengembangannya,” ujar Sukidi, Ketua Kelompok tani Harapan Kelurahan Air Putih, Samarinda.

Pada tahun 2019 dari kegiatan pusat Kementerian Pertanian atau APBN, Kota Samarinda akan mendapatkan bantuan seluar 10  herktar untuk pengembangan bawang dan diharapkan dari kegiatan tersebut ada juga petani petani mandiri yang ikut mengembangkan bawang merah di Samarinda, jika sebagian kebutuhan pangan dan sayur di Kota Samarinda dari  hasil produksi petani setempat, maka harga di pasar bisa lebih terkendali dan itu juga berpengaruh besar dalam pengendalian inflasi.


Selain cabai, hampir 100 persen kebutuhan bawang Samarinda  didatangkan dari luar daerah, terutama dari Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan. Sebab itu pengadaannya sangat tergantung pada ketersediaan di tempat asal, kelancaran transportasi, termasuk oleh cuaca. 

"Semoga produksinya bisa terus bertambah dan pada akhirnya bisa mengurangi Samarinda dari ketergantungan dengan pasokan daerah luar daerah,” Ucap Ary.(SH)