PEMANTAPAN PENYUSUNAN RENCANA KEGIATAN APBN TAHUN 2013 DAN EVALUASI KEGIATAN 2012

25 Okt 2012, 12:55:38 WIBKabar Kaltim

PEMANTAPAN PENYUSUNAN  RENCANA KEGIATAN APBN TAHUN 2013 DAN EVALUASI KEGIATAN 2012

Dinas Pertanian Kaltim melaksanakan pertemuan Pemantapan Rencana Kegiatan APBN dan evaluasi Kegiataan 2012 pada 23-25 Oktober bertempat di Hotel Zurich Balikpapan. Pertemuan tersebut dibuka oleh Ir.  H. Ibrahim MP selaku Kepala Dinas Pertanian Prov. Kaltim.  Narasumber yang hadir pada pertemuan tersebut dari  Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Direktorat Jenderal Hortikultura dan Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian.

Tujuan dari pertemuan ini adalah  Melakukan evaluasi pelaksanaan kegiatan APBN Tahun 2012 sampai dengan triwulan III, dan menyamakan persepsi pelaksanaan kegiatan pada tahun 2013, serta diharapkan  pelaksanaan kegiatan tahun 2013 dapat berjalan lebih awal (persiapan adminisrasi kegiatan juklak/juknis, usulan pejabat pengelola kegiatan, persiapan pengadaan barang/jasa, identifikasi CP/CL, dll) sehingga keluaran (output) kegiatan dapat segera dimanfaatkan untuk memacu peningkatan produksi, produktivitas dan mutu tanaman pangan dan hortikultura.

                    Dari Pertemuan tersebut dihasilkan  menghasilkan rumusan sementara sebagai berikut : 

  1. Penting untuk melaksanakan  pertanian terpadu guna meningkatkan produksi pangan terutama padi, yaitu melalui optimalisasi lahan pada lahan kering, karena untuk mencetak sawah perlu infrastruktur yang dikelola dengan baik.
  1. Akan dibuat program kredit tanaman pangan sejahtera yang diberikan kepada petani/ kelompok tani pangan dan hortikultura untuk mendukung usaha taninya berupa modal
  1. Titik kritis pelaksanaan kegiatan ada pada tahapan CPCL, ini terkait  dengan kelompok tani yang ada karena itu pendataan kelompok tani  harus benar-benar cermat.
  1. Pedum yang ada dari Pusat agar ditelaah kembali dan disesuaikan dengan kondisi dilapangan, untuk itu agar dapat kita usulkan perbaikan-perbaikan untuk diajukan ke Pusat.
  1. Dari laporan yang ada, kegiatan masih jauh dari target sedang waktu pelaksanaan tinggal beberapa bulan, untuk itu diharapkan Provinsi dan Kab/Kota dapat segera mempercepat pelaksanaan kegiatan.
  1. Apabila usulan subsidi harga benih disetujui DPR Pusat, maka BLBU tahun depan tidak ada lagi, walaupun ada maka akan dialihkan ke komoditas kedele dengan full paket saprodi sekitar 143.000 Ha.
  1. Batasan pembentukan satker Ditjen Tanaman Pangan adalah Rp. 2 M dan satker Ditjen Hortikultura Rp. 1 M, apabila pagu dana kurang maka dana Kab/Kota dipindahkan ke  Propinsi, pengelolaan dana Kab/Kota tidak hilang.
  1. Hasil evaluasi pelaksanaan Ditjen Hortikultura TA. 2012 ada daerah Kaltim yang rendah realisasi keuangan dan fisik rendah sampai dibawah 1 %, padahal daerah sudah melaporkan progres kegiatan sampai 81 % sehingga ada kesalahan system pelaporan yang kemungkinan juga berlaku pada daerah lainnya, sehingga perlu pemeriksaan ulang.
  1. Untuk pelaksaaan kegiatan 2013, kegiatan perluasan areal tidak dapat dialihkan/ diganti dengan kegiatan pengelolaan lahan lainnya seperti jalan pertanian, pengembangan jaringan irigasi, tapi dapat dialihkan kegiatan tersebut ke Kab/Kota lain.
  1. Dalam mendukung pencapaian surplus beras titik berat kegiatan PSP masih pada pelaksana kegiatan perluasan areal dan optimasi lahan.
  1. Dasar pelaksanaan kegiatan cetak sawah adanya SID. Karena itu pelaksanaan SID harus benar-benar dicermati selain itu juga diharapkan SI