Pembuatan Tepung Jagung

12 Agu 2019, 11:09:28 WIBArtikel

Pembuatan Tepung Jagung

II. DISKRIPSI ISTILAH PADA PEMBUATAN TEPUNG JAGUNG

  1. Persiapan Bahan

Kegiatan penerimaan jagung pipilan kering, dengan kriteria yang telah ditetapkan untuk memperoleh bahan baku yang baik dalam jumlah yang tepat.

  1. Persiapan Mesin dan Peralatan

Kegiatan menyiapkan mesin dan peralatan-peralatan yang akan digunakan pada pengolahan jagung pipilan kering menjadi tepung jagung.

  1. Persiapan Pekerja

Kegiatan menyiapkan pekerja yang bertugas dan bertanggung jawab pada lini produksi, penanganan bahan baku, penanganan bahan jadi, limbah.

  1. Penggilingan

Pengecilan ukuran jagung pipil yang menghasilkan grits dan bahan ikutan lainnya berupa kulit, lembaga, tip cap dan tepung kasar.

  1. Perendaman

Perendaman grits dalam air untuk melunakan grits agar dihasilkan tepung dengan ukuran yang halus. Perendaman dapat ditambahkan ragi tape untuk menghasilkan tepung termodifikasi.

  1. Penirisan

Proses pengurangan kadar air pada grits yang telah di rendam dengan alat peniris untuk memudahkan proses penepungan.

  1. Penepungan

Proses pengecilan ukuran grits menjadi bentuk tepung.

  1. Pengayakan

Proses pemisahan grits dengan kulit, lembaga, tipcap dan kotoran lainnya atau proses pemisahan tepung berdasarkan ukuran (mesh).

  1. Pengeringan

Proses penurunan kadar air pada grits yang telah ditiriskan atau tepung jagung hasil penepungan secara alami atau menggunakan pengering mekanis.

  1. Pengemasan

Proses penempatan tepung jagung kedalam kemasan.

Kemasan primer : kemasan yang melekat langsung pada produk (kantong plastik, alumunium foil).

Kemasan sekunder : kemasan yang membungkus kemasan primer (karton, karung)

Kemasan tersier : kemasan yang membungkus kemasan sekunder (kardus, karung)

  1. Penyimpanan

Proses penempatan tepung yang sudah dikemas pada gudang atau tempat penyimpanan yang memenuhi standar penyimpanan.

  1. Kulit Biji (pericarp)

Bagian terluar dari biji jagung dan merupakan bagian paling tinggi kandungan seratnya sehingga harus dipisahkan karena dapat membuat tepung jagung bertekstur kasar.

  1. Endosperm

Endoseperm merupakan bagian biji jagung yang digiling menjadi tepung dan mempunyai kandungan karbohidrat paling tinggi.

  1. Lembaga

Lembaga merupakan bagian biji jagung yang paling tinggi kandungan lemaknya sehingga harus dipisahkan karena  dapat membuat tepung jagung mudah tengik.

  1. Tip Cap

Tip cap merupakan tempat melekatnya biji jagung pada tongkol jagung yang harus dipisahkan secara baik karena dapat membuat tepung menjadi kasar dan terlihat butir-butir hitam.

  1. Grits

Grits adalah butiran jagung hasil dari penggilingan dengan ukuran kira-kira seperti beras.

  1. Mesh

Jumlah lubang pada luasan satu inchi persegi dan ayakan.

 

III. PERSIAPAN PRODUKSI

  1. PERSIAPAN BAHAN

Tujuan:

  1. Mendapatkan jagung pipilan kering yang layak untuk diolah.
  2. Mengetahui jumlah dan asal jagung pipilan kering yang akan diolah.

Pelaksanaan:

  1. Memilih bahan baku Tepung Jagung yang berasal dari varietas yang mudah dibuat tepung seperti varietas yang mudah dibuat tepung seperti varietas Bisma. Untuk tepung termodifikasi dipilih jagung berwarna putih seperti Srikandi putih bila akan digunakan sebagai substitusi tepung terigu.
  2. Melakukan pengecekan (sortasi) terhadap jagung pipilan yang kurang kering, jagung varietas lain dan kotoran.
  3. Menimbang jagung pipilan kering yang sudah disortasi dan melakukan pencatatan meliputi berat, asal jagung (nama pemilik dan asal pemilik), kadar air, tanggal penerimaan.
  4. Memisahkan bahan yang tidak memenuhi syarat dan ditempatkan ditempat yang terpisah dari bahan-bahan yang akan diolah.

 

  1. PERSIAPAN ALAT

Tujuan:

Memastikan mesin dan peralatan-peralatan yang akan digunakan bersih dan dioperasionalkan dengan baik.

 

Pelaksanaan:

  1. Mengecek mesin dan peralatan harus berfungsi baik dan dalam kondisi bersih.
  2. Mengecek operasional mesin pengering bila akan digunakan dalam proses produksi.
  3. Memeriksa ruang penggilingan dan lubang pengeluaran pada mesin penggiling dan penepungan dalam keadaan bersih.
  4. Memeriksa kekencangan V.Belt, apabila kendur kencangkan sampai sekitar 10%.
  5. Memeriksa bearing-bearing yang digunakan apakah masih mempunyai pelumas, jika kurang tambahkan pelumas agar tidak terjadi keausan bearing yang terlampau cepat.
  6. Menghitung kebutuhan bahan bakar untuk mes