Penangkar Benih Padi Mekar

11 Jul 2013, 15:49:43 WIBKabar Kaltim

Penangkar Benih Padi Mekar

 

Kutai Kertanegara  merupakan salah satu lumbung padi di Kaltim,  tidak heran bila salah satu komoditas prima dari tani Kabupaten Kukar  adalah padi.  Salah satu permasalahan dari komoditas padi yang ditemui di Desa Separi  adalah masih tingginya penggunaan benih hasil sendiri oleh petani.  Penggunaan benih ini bahkan bisa berlangsung hingga 4-5 kali sampai hasilnya dirasakan menurun oleh petani, kemudian menggantinya dengan benih yang baru, namun belum tentu juga diganti dengan benih baru yang bermutu dan bersertifikat.  Petani biasanya mendapatkan benih padi dengan cara menukar dengan tetangga, petani menukar dengan tetangga yang mereka lihat mempunyai tanaman padi yang baik.

Penggunaan benih padi secara terus menerus bisa diakibatkan karena kurangnya informasi petani tentang varietas unggul baru, kurang tersedianya benih padi bermutu di Desa Separi, bisa juga karena keengganan petani untuk membeli benih padi yang bersertifikat karena petani masih berfikir mengeluarkan biaya ekstra untuk mendapat benih bermutu. Untuk menanggulangi masalah tersebut Dinas Pertanian Provinsi Kaltim  melalui UPTD Balai Benih Padi  (BBI-Padi) bersama Dinas Pertanian Kutai Kartanegara  memberikan binaan kepada kelompok  tani Mekar yang memang semenjak tahun 1986 sudah mencoba menjadi petani penangkar benih namun masih banyak mengalami berbagai kendala  dan  pada tahun  2006  dibentuklah  petani penangkaran benih padi Mekar.  Pendirian penangkaran benih padi ini awalnya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan benih Desa Separi  khususnya dan Kecamatan Tenggarong Seberang  pada umumnya.    

Awal berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Kukar, UPTD- BBI Padi dan BPSB Prov. Kaltim dengan dengan pak Syahran Kepala Bidang Produksi Distan Kukar sebagai  pendamping dimulailah usaha penangkaran benih padi seluas 5 ha, dengan menanam varietas IR 64 yang        berlabel biru. Benih padi varietas  IR 64  didapatkan dari UPTD - Balai Benih Padi Rempanga  Tenggarong. Penangkaran benih padi ini di bawah pengawasan pihak UPTD-BPSB Prov. Kaltim  dan didampingi langsung oleh petugas UPTD BBI-Padi.

Pada tahun 2006  terbentuklah Kelompok penangkar benih padi  Mekar  yang diketuai oleh Bapak Bari  dengan beranggotakan 19 orang petani, dengan luas areal penangkaran saat itu baru seluas 5 ha.  Kelompok penangkaran padi di Desa Bukit Pariaman  merupakan pelopor penangkar benih padi di daerah  Tenggarong Seberang , sebagian besar penangkar benih  padi di Separi atau Desa Bukit Pariaman ini  berada di daerah Tenggarong  Seberang yang tidak jauh dari ibu kota Kabupaten Kutai Kartanegara.  Usaha ini merupakan suatu peluang yang harus dimanfaatkan dengan baik.

Masalah baru mulai muncul ketika panen karena tidak tersedianya dana untuk menarik benih padi produksi petani.  Petani menginginkan benih padi yang dibeli oleh kelompok dibayar langsung karena petani memerlukan uang hasil panen untuk memenuhi berbagai kebutuhan atau membayar utang produksi. Akhirnya dengan dana pinjaman, kelompok bisa menarik benih padi dari petani meskipun jumlahnya belum terlalu banyak. 

Dalam perjalanannya banyak sekali pelajaran-pelajaran yang ditemui kelompok penangkar.  Sebelum menanam kelompok harus malapor ke BPSB untuk memenuhi persyaratan yang harus dipenuhi sebagai kelompok penangkar. Sebagai bukti penanaman varietas dan asal usul tanaman, kelompok harus melaporkan bukti label benih yang ditanam.

Selain terus mendampingi kelompok penangkar,  UPTD BPSB Provinsi memberika