Pengendalian Hama Dan Penyakit Terpadu Pada Pisang Kepok

28 Jan 2014, 13:43:19 WIBArtikel

Pengendalian Hama Dan Penyakit Terpadu Pada Pisang Kepok

  1. Pengendalian Layu Fusarium ( Panama disease )
  1. Penyebab  : Fusarium oxysporum f.sp cubense ( E.F. Smith )
  1. Gejala   :
  • Cendawan F. oxysporum menyerang tanaman melalui akar;
  • Daun tua menguning mulai dari pinggiran daun, tangkai daun patah, layu dan tanaman mati;
  • Kadang – kadang lapisan luar dari batang palsu terbelah mulai dari permukaan tanah;
  • Tanaman yang terserang tidask mampu berbuah atau tidak terisi;
  • Jika pangkal batang dibelah membujur terlihat garis coklat atau hitam dari pangkal batang ke atas, melalui jaringan pembuluh pangkal dan tangkai daun;
  1. Pengendalian :
  1. Cara Kultur Teknis
  • Gunakan benih sehat :
  • Pastikan benih bukan berasal dari daerah/kawasan/lokasi serangan atau rumpun terserang. Gunakan benih dari kultur jaringan atau benih baru.
  • Bibit progres dengan alat – alat steril ( didesinfektan ) dengan bahan desinfektan, misalnya formalin 4-8%, alkohol 70%, atau dengan kloroks 1%        ( Bayclin ).
  • Lakukan pemupukan organik ( kompos, pupuk kandang ) dicampur dengan agens hayati Trichoderma sp. Atau Gliocladium sp. Dengan cara sebagai berikut :
  • Pada saat penimbunan lubang tanam : Campurkan pupuk kandang atau kompos sebanyak ½ karung (10kg) dan 250 g Trichoderma sp. Per lubang tanaman pada tanah bagian atas lalu masukan ke dalam lubang. Selanjutnya diikuti oleh tanah bagian bawah. Lakukan pemadatan dan penyiraman dengan air secukupnya kemudian dibiarkan sekurangnya 2 minggu.
  • Pada saat pemupukan susulan : Berikan campuran pupuk kandang/kompos susulan sebanyak 1 karung dan 500gr Trichoderma sp./ rumpun. Pemberian dilakukan dengan membuat parit sekeliling rumpun dengan lebar dan dalam ± 25 cm, jarak dari rumpun ± 50cm.
  • Lakukan penjarangan anakan, sisakan maksimal 2 anakan.
  • Lakukan pengiliran tanaman dengan tanaman bukan inang, misalnya pepaya, nenas atau jagung.
  • Lakukan pengaturan air dengan membuat sistem drainase agar air dapat terkendali dan berfungsi optimal bagi tanaman. Lakukan pembuangan terhadap air yang tergenang atau penyiraman terhadap tanaman yang kurang air.
  • Hindari terjadinya luka pada akar.
  • Lakukan sistem pindah tanam setelah 3 kali panen maksimal 3 tahun.
  • Lakukan pembrongsongan buah segera setelah ontong merunduk.
  • Lakukan pemotongan jantung pisang ( bunga jantan ) segera setelah pembentukan sisir berhenti.
  • Lakukan pengapuran atau pemebrian abu kapur untuk menaikan atau menjaga kestabilan pH tanah.
  • Lakukan pengisolasian untuk mencegah penyebaran patogen pada lahan baru dari dalam tanah dengan menggunakan sekam, dengan cara membuat parit ( untuk memsisahkan lahan baru dengan lahan yang terserang patogen ) sedalam perakaran ( rhizo sphere ) pisang.Taburkan arang sekam ± ¾ tinggi parit. Buat saluran drainase. Untuk tanaman yang dimatikan dengan minyak tanah karena sakit, buat parit di sekeliling rumpun dengan jarak 1,5 m dari tanaman, kemudian taburi arang sekam.
  1. Cara fisik/mekanis
  • Eradikasi rumpun tanaman terserang sampai ke akar – akarnya atau segra matikan tanaman dengan cara menyutikan herbisida sistemik yang telah terdaftar dan diizinkan oleh Menteri Pertanian, atau minyak tanah 2-3ml ( ½ sendok teh )/ batang ( tergantung pada ukuran batang semu ) pada bantang semu dan anakan, biarkan mengering. Setelah mengring, bongkar tanaman dan buang.
  1. Cara biologi
  • Gunakan agens hayati seperti Trichoderma spp., Fliocladium sp., Chaetamium sp., Pseudomonas flurescens, Bacillus subtilis yang diintroduksi ( dicampur ) bersama kompos atau benih ( 100g /benih ). Apliksi agens hayati dilakukan setelah tanam dan diulang secara periodik.
  • Perlakukan bibit dengan agens hayati.Sebelum bibit ditanam bukalah kantong plastik dari bonggol, lakukan pencelupan dengan suspensi/campuran agens hayati Pf ( Pseudomonas fluorescens ) dengan air       ( perbandingan 1 : 10 ) selama 15 menit.
  1. Cara kimiawi
  • Lakukan sterilisasi ( disinfektan ) semua alat yang digunakan dengan menggunakan alkohol 70%, formalin 4-8%, kloroks 1% (bayclin yang diencerkan 1 : 5), atau