Pengendalian Hama Tikus Pada Tanaman Jagung

24 Agu 2017, 09:35:34 WIBArtikel

Pengendalian Hama Tikus  Pada Tanaman Jagung

Tikus mempunyai  daya reproduksi yang tinggi. Hewan penerat ini dapat melahirkan sepanjang tahun tanpa mengenal musim. Populasi tikus dipengaruhi oleh  faktor lingkungan seperti sumber air, sarang dan ketersediaan makanan. Pengendalian habitat tikus harus memperhatikan bioteknologi hewan ini. Tikus mengandalkan indera penciuman, pendengaran dan indera perasa untuk mendeteksi keberadaan sumber makanan.

Tikus pada umumnya menyerang pertanaman jagung dilahan sawah setelah pertanaman padi. Tikus menyerang pada fase generatif atau fase pembentukan tongkol dan pengisian biji. Tongkol yang telah masak susu dimakan oleh tikus sehingga tongkol menjadi rusak dan musah teninfeksi  jamur. Bagian yang disukai tikus biasanya pada ujung tongkol sampai bagian pertengahan.

Pengendalian hama tikus dapat dilakukan secara hayati, sanitasi, mekanis, dan kimiawi. Pengendalian hayati dilakukan dengan memanfaatkan predator seperti kucing, ular, dan burung hantu. Penggunaan  patogen sebagai agen pengendali  tidak dianjurkan karena berdampak negatif bagi manusia. Pengendalian secara mekanik dapat dilakukan dengan menggunakan pemagaran dengan plastik, pemasangan bubu perangkap, perangkap hidup, dan perangkap berperekat sampai menggunakan bunyi-bunyian. Pengendalian secara kimiawi dilakukan dengan menggunakan bahan beracun baik dalam bentuk ready mix bait atau ready mix dust yang banyakdijumpai di pasaran. Penggunaan emposan menggunakan bahan fumigasi juga cukup efektif menekan populasi hama tikus. (Balai penelitian Tanaman Serealia)