Peringati HTN Canangkan Kampung Petani

23 Sep 2013, 08:48:09 WIBKabar Kaltim

Peringati HTN Canangkan Kampung Petani

Pembangunan Pertanian Diarahkan Pertanian Sehat

 

SAMARINDA – Arah pertanian kedepan adalah penerapan sistem pertanian organik yang merupakan salah satu model dalam upaya melaksanakan pembangunan pertanian berkelanjutan yang menghasilkan produk pertanian sehat.

“Tahun ini merupakan pertama kali dilaksanakan peringatan hari tani secara nasional dan momen ini kita manfaatkan untuk melakukan gerakan pertanian sehat atau petani tidak mencari keuntungan semata tetapi perlu memperhatikan kesehatan konsumen,” kata Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kaltim H Ibrahim, Jumat (20/9).

Menurut dia, dengan penerapan pertanian sehat itu maka petani ;rbih memprioritaskan pola tanam atau tata kelola tanaman dengan menggunakan sistem organik. Sehingga terjadi hubungan jual beli yang serasi dan menguntungkan baik aspek finansial maupun kesehatan.

Selama ini petani menanam sayuran banyak menggunakan pestisida seperti insektisida, fungisida maupun herbisida kimia guna menangani hama dan penyakit tanaman. Padahal, penyemprotan sebelum panen sangat berbahaya bagi kesehatan.

Karenanya, dalam pertanian organik dalam pengendalian hama dan penyakit dilakukan dengan sistem rotasi atau pergantian tanaman dalam satu area dan waktu tertentu atau menggunakan predator dari hama tersebut.

Termasuk menggunakan beberapa jenis tanaman herbal seperti basil sebagai benteng yang mengelilingi tanaman sayuran organik didalamnya. Selain itu,  menggunakan screen net sehingga hama tidak dapat masuk. 

“Buah dan sayuran organic mengandung lebih banyak nutrisi termasuk vitamin C dan metabolit sekunder untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh sekaligus melindunginya dari radikal bebas yang merusak sel,” jelasnya. 

Penyelenggaraan Hari Tani Nasional (HTN) merupakan bentuk kepedulian atas upaya dan kerja keras petani dalam melaksanakan usaha taninya. Sekaligus memotivasi petani muda untuk melanjutkan kegiatan pertanian yang modern dan berkelanjutan.

“Generasi muda hendaknya menggeluti kegiatan di sektor pertanian serta mampu melakukan tata kelola pertanian secara modern dengan teknologi terapannya guna meningkatkan produksi pertanian, terutama dalam mnewujudkan kemandirian dan ketahanan pangan di daerah,” harap Ibrahim.(yans/hmsprov)

// foto kelompok tani Saeko Kapti di Desa Bangun Rejo Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara                               ( sh/hmsdistanprov)