Perjalanan Panjang Pohon Lai ke Taman Nasional Sabang Merauke

16 Nov 2016, 14:09:46 WIBKabar Kaltim

Perjalanan Panjang Pohon Lai ke Taman Nasional Sabang Merauke

 

VIVABORNEO.COM, Kardus memanjang yang sudah dibalut tambahan plastik tersebut  kembali menarik perhatian petugas pemeriksa di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta – Cengkareng, Banten. Begitu keluar dari alat pemindai sinar X, petugas pun langsung mempertanyakan apa isi bungkusan itu.

 “Ini bibit (pohon) lai pak. Sejenis durian tapi beda,” kata saya mencoba menjelaskan. “Ada suratnya,” tanya petugas itu. Segera saja surat dari Balai Karantina Pertanian itu saya tunjukkan. Dia baca sekilas, kemudian surat itu dipotret dengan telepon selulernya sebagai bukti.

 Saat chek-in di konter juga kembali harus menunjukkan surat tersebut, agar boleh naik pesawat. Itu pun, saya masih harus membawa bibit tanaman ini ke penerimaan bagasi OOG alias Out of Gauge yang cukup jauh. Di tempat ini, lagi-lagi saya harus menunjukkan surat asal usul tanaman ini. Sehari sebelumnya, ketika terbang dari Bandara Balikpapan, pemeriksaan yang sama juga sudah dilakukan.  

 Ya, bibit tanaman lai ini sengaja saya bawa ke Kota Sabang, Banda Aceh untuk menghadiri Konferensi Kerja Nasional (Konkernas) Persatuan  Wartawan Indonesia (PWI).

Jumlahnya tidak banyak, hanya lima batang pohon saja. Namun,  sebagai ketua PWI Kaltim, saya mendapat amanah untuk membawa bibit tanaman khas dan unggulan Kaltim untuk ditanam di Sabang. 

 Beruntung, Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kaltim dengan senang hati membantu menyediakan bibit tanaman lai yang sudah bersertifikasi, berikut dengan surat dari Balai Karantina Pertanian. Sehingga, saya tinggal membawa ke Saban