Pertemuan Koordinasi Monitoring dan Evaluasi Kinerja SL- PTT TA. 2011 dan 2012

03 Okt 2012, 10:43:34 WIBKabar Kaltim

Pertemuan  Koordinasi Monitoring dan Evaluasi Kinerja SL- PTT TA. 2011 dan 2012

Program Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SLPTT) adalah merupakan program nasional pemerintah Indonesia yang di lakukan oleh Departemen Pertanian. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian pangan nasional melalui usaha peningkatkan produksi pangan nasional, khususnya padi, jagung dan kedelai. Pengembangkan SLPTT dilakukan dengan memberi pengajaran pada petani mengenai pengendalian pemberian benih, pupuk, pengendalian hama terpadu, sekolah lapang iklim, dan teknologi budidaya. Seperti diketahui program SLPTT ini telah dikembangkan sejak 2008 dan akan melibatkan sekitar 60.000 kelompok tani dengan setiap kelompoknya mengelola lahan pertanian seluas 25 ha di seluruh Indonesia.

Sebagai upaya untuk  mensukseskan program SLPTT tersebut, maka Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Timur  pada tanggal  2 - 4 Oktober  melaksanakan Rapat Koordinasi Monitoring dan Evaluasi Kinerja SL - PTT  bertempat di Hotel MJ Samarinda  Kegiatan ini bertujuan untuk Melalukan Evaluasi Kinerja Pelaksanaan Program SL - PTT tahun 2011 dan 2012 yang telah dialokasikan di 10 Kabupaten/Kota.

Pertemuan  yang di buka oleh Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Timur, Ibrahim di dampingi oleh Direktur Perlindungan Tanaman,  Sekretaris,  Kepala UPTD, Kepala Bidang lingkup pertanian. Pertemuan ini di ikuti oleh peserta dari 10  Kabupaten yang berjumlah 20 orang. Adapun narasumber dari Pusat Direktur Perlindungan Tanaman yang merupakan Koordinator  P2BN wilayah Kaltim, Kalsel, Jateng dan Bengkulu.

Pada sambutanya Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Propinsi Kalimantan Timur, mengharapkan pertemuan SL-PTT  yang dilaksanakan merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan peningkatan produksi beras dalam rangka mendukung Program Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN) dan surplus 10 juta ton beras tahun 2014.