Produksi Padi Tertinggi dalam 10 Tahun Terakhir

26 Okt 2016, 13:12:00 WIBBerita Nasional

Produksi Padi Tertinggi dalam 10 Tahun Terakhir

Update Tanggal : 20 October 2016 , Biro Humas dan Informasi Publik

 

Jakarta - Hari ini (20/10), pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) genap berusia dua tahun. Slogan Kerja-Kerja-Kerja dan Agenda Nawacita yang diusungnya pada awal pemerintahan memberikan spirit baru bagi Indonesia. Rakyat Indonesia yang haus perubahan pun menaruh harapan yang begitu besar terhadap pemerintahan Jokowi-JK. Pemerintahan baru, harapan baru, Indonesia maju.

Pembangunan sektor pertanian (pangan) menjadi salah satu tujuan utama pemerintahan Jokowi-JK dan masuk dalam Agenda Nawacita. Jokowi-JK ingin mewujudkan kemandirian (kedaulatan) pangan dalam lima tahun pemerintahannya. Kedaulatan pangan dimaknai sebagai pemenuhan melalui produksi lokal. Di dalamnya menyangkut pemenuhan hak atas pangan berkualitas, bergizi baik, dan sesuai budaya, yang diproduksi dengan sistem pertanian berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Meski belum sempurna, sedikit demi sedikit tujuan pembangunan pertanian Jokowi-JK mulai tercapai. Hal ini setidaknya terlihat dari indikasi produksi pangan. Pada 2015, mengatu pada angka tetap (atap) yang dilansir Badan Pusat Statistik (BPS), produksi padi mencapai 75,55 juta ton gabah kering giling (GKG). Kenaikan produksi karena naiknya luas panen seluas 0.51 juta hektare (3,71%) dan kenaikan produktivitas 1,45 kuintal/ha (2,82%). Di Pulau jawa naik 1,83 juta ton dan di luar Jawa 2,88 juta ton.

Angka itu bukan saja lebih tinggi dari target dalam Rencana Strategis 2015-2019 yang menulis 73,40 juta ton GKG untuk 2015. namun juga produksi paling tinggi dalam 10 tahun terakhir. Apabila melihat capaian produksi 2010-2014 di era pemerintahan Soesilo Bambang Yudhoyono-Boediono, capaian itu memang patut diapresiasi. Pada 2010, produksi hanya 66,47 juta ton GKG, pada 2011 sebesar 65,76 juta ton GKG, 2012 sebesar 69,06 juta ton GKG, 2013 sebesar 71.28 juta ton GKG, dan 2014 sebesar 70,25 juta ton GKG.

Kenaikan produksi pada 2015 tersebut diyakini akan berlanjut pada tahun ini. Fenomena La Nina yang terjadi sejumlah sentra padi di Tanah Air justru menjadi berkah bagi Tanaman pangan terutama padi karena areal tanam menjadi lebih luas. Kementerian Pertanian (Kementan) memasang target produksi padi tahun ini sebesar 75,13 juta ton GKG, sebelumnya dalam Rencana Strategis 2015-2018 dipatok 76,20 juta ton GKG. Sepanjang Januari-Juli 2016, produksi padi telah tembus 51,69 juta ton GKG.

Kebijakan Hulu Hilir

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan, upaya mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik seperti Nawacita ketujuh yang dicanangkan Jokowi-JK menitikberatkan pada upaya mewujudkan Kedaulatan pangan dan mensejahterahkan petani. Melalui visi tersebut. Jokowi-JK menegaskan komitmen dan perhatian serius pada sektor pertanian. Komitmen itu oleh Kementerian Pertanian (Kementan) dituangkan dalam kebijakan strategis dan program hulu-hilir. JD Kebijakan itu adalah meningkatkan produksi komoditas strategis yang menguasai hajat hidup masyarakat Indonesia, baik dari sisi produksi dalam hal ini pemberdayaan petani (farmers empowering) maupun kepuasan konsumen (consumers satisfaction). Lalu, menekan biaya produksi per satuan, luas komoditas strategis tersebut dan melakukan pengendalian harga.

Untuk mencapai sasaran itu, kata Mentan, pihaknya langsung tancap gas dengan melaksanakan Program Upaya Khusus (Upsus) peningkatan produksi. Target Swasembada pangan difokuskan pada padi, jagung, kedelai, gula, bawang merah, Daging, cabai, kakao, karet, kopi, dan kelapa sawit. "Tentunya untuk mewujudkan Kedaulatan pangan dan Kesejahteraan petani tidaklah semu