Sebulan Dua Kali Datangi PPU, Gubernur : Ini Bentuk Komitmen Urusan Pembangunan Pertanian

24 Mar 2017, 10:42:48 WIBKabar Kaltim

Sebulan Dua Kali Datangi PPU, Gubernur : Ini Bentuk Komitmen Urusan Pembangunan Pertanian

 

PENAJAM — Sepanjang Maret 2017 Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak setidaknya sudah mendatangi Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) sebanyak dua kali dalam sebulan ini. Keduanya merupakan kunjungan kerja gubernur dalam rangka melihat secara langsung keberhasilan pembangunan bidang pertanian di salah satu kabupaten yang ditetapkan sebagai sentra pengembangan sektor pertanian Kaltim tersebut.

“Ini bentuk komitmen urusan pembangunan pertanian. Dalam sebulan dua kali datang ke PPU untuk urusan pertanian. Kemarin panen jagung sekarang panen padi,” aku Gubernur Faroek saat Panen Padi Sawah bersama TNI dalam rangka HUT Kabupaten Penajam Paser Utara ke 15 dan mendukung upaya khusus guna mencapai swasembasa padi, di Desa Gunung Intan, Kecamatan Babulu, Kamis (23/3).

Hal yang lebih menggembirakan, kata dia, bukan sekedar ikut dalam kegiatan panen raya bersama petani, tapi juga menyaksikan program pengembangan pertanian modern berbasis mekanisasi. Menggunakan mesin pemotong padi, petani hanya cukup memakan waktu sekitar dua jam untuk memanen padi seluas tiga hektar.

Menurut gubernur, berbagai upaya meningkatkan produksi dan meningkatkan kesejahteraan petani perlu terus didukung. Sebab itu erat kaitannya dengan pencapaian swasembada beras dan swasembada pangan pada enam komoditi pangan di Kaltim.

“Kita negara agraria tapi sampai sekarang masih impor disegala bidang. Termasuk urusan pangan. Padahal Indonesia merupakan negara besar dengan jumlah penduduk tertinggi keempat setelah China, India, dan Amerika sehingga butuh ketersedian memadai di sektor pangan,” katanya.

Karenanya gubernur mengajak semua pemangku kepentingan terkait ikut memberikan perhatian besar terhadap pengembangan pertanian. Salah satunya mendukung proyek strategis nasional food dan rice estate yang di pusatkan di Kabupaten PPU dan Paser yang tadinya dikembangkan di Bulungan yang sekarang masuk wilayah Kaltara.

Kedepan dua kabupaten tersebut diharap menjadi pusat pengembangan pertanian tidak hanya jagung dan padi, tapi juga kedelai. Termasuk tiga komoditas pangan lainnya yang ditarget secara nasional harus swasembada.

“Kalau program upaya khusus kerjasma dengan TNI lancar yakin 2018 swasembada beras. Kita tidak perlu lagi datangkan beras dari luar. Cukup dipenuhi dari PPU dan Paser saja. Makabya semua harus mampu dan punya tugas menjadi pelopor swasembada pangan,” harapnya.(diskominfo kaltim/arf)