SERTIFIKASI BENIH TANAMAN BUAH

23 Apr 2019, 13:59:48 WIBArtikel

SERTIFIKASI  BENIH TANAMAN BUAH

 

 PENDAHULUAN

Benih Merupakan awal kegiatan budidaya tanaman, dimana mutu benih merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi produksi. Minat masyarakat untuk membudidayakan tanaman buah secara komersial semkin menigkat seiring dengan manigkatkatnya pasar domestik maupun internasional. Oleh karena itu jaminan mutu benih sangat diperlukan oleh petani pengguna.

Benih bermutu merupakan kunci utama keberhasilan dalam budidaya tanaman, tidak heran jika keberadaaan benih dibutuhkan terus menerus, sehingga harus tersedia dalam jumlah yang cukup dam berkesinambungan. Akibatnya benih menjadi salah satu faktor paling mahal, dan paling penting yang mempengaruhi potensi hasil dan mutu fisik. Oleh karena itu benih menjadi komoditas perdagangan yang sangat strategis baik di tingakat nasional maupun internasional. Peredaran benih antar kabupaten, antar provinsi, antar pulau atau antar negara merupakan hal yang umum dilakukan.

Berdasarkan ketentuan yang berlaku behwa benih yang akan diedarkan kepada pihak lain, haris melalui prosedur sertifikat dan wajib memenuhi standar mutu benih yang ditetapkan oleh pemerintah.

Sertifikat benih adalah proses pemberian sertifikat terhadap kelompok benih tanaman melaui serangkaian pemeriksaan dan/atau pengujian, serta memenuhi standar mutu atau persyaratan teknis minimal untuk diedarkan.

 

TUJUAN SERTIFIKAT BENIH

 Tujuan sertifikat benih sebaga berukut :

 1. Memberikan legalitas terhadap produsen benih dalam memproduksi benih;

2. Menjaga kemurnian varietas

3. Memelihara kualitas banih dan

4. Memberikan jaminan mutu benih kapada konsumen.

 

DASAR HUKUM

 

1. Undang-undang No. 13 Tahun 2010 Tentang hortikultura (Lembaran Negara Tahun 2011 Nomor 132, Tambahan Lembatan Negara Nomor 5710;

2. Peraturan Menterri Pertanian No. 48/Permentan/SR.120/8/2012 Tentang produksi, Sertifikat dan Pengawasan Peredaran Benih;

3. Kepurtusan Menteri Pertanian No. 201/Kpts/SR.130/D/11/2016 Tentang Teknis Sertifikasi Benih Tanaman Hotikultura

 

RUANG LINGKUP

             Ruang linkup sertifikasi benih tanaman buah (termasuk sayuran buah tahunan) meliputi :

 1. Sertifikasi benih hasil perbanyakan vegetatif (konvendional):

  • Benih dalam bentuk mata tempel, bahan sambung dan stek.
  • Benih hasil okulasi (penempelam), sambung pucuk (grafting) dan Stek.
  • Benih cengkokan.
  • Benih anakan, Pemisahan bonggo;  asal mahkota.

 

2. Sertifikasi benih hasil perbanyakan generatif.

3. Jenis tanaman yang akan diakategorikan dalam buah sebanyak 28 komoditas

 

Yang terdiri dari : (1). Alpukat, (2). Apel, (3). Belimbing, (4). Buah Naga, (5). Cempedak, (6). Duku, (7). Durian, (8). Jambu Air, (9). Jambu Biji, (10). Jeruk, (11). Lengkeng, (12). Mangga, (13). Manggis, (14). Markisa, (15). Melinjo, (16). Melon, (17). Nangka, (18). Nanas, (19). Pepaya, (20). Petai, (21). Pisang, (22). Rambutan, (23). Salak, (24). Sawo, (25). Semangka, (26). Sirsak, (27). Srikaya, (28). Sukun.

 

PENYELENGGARA SERTIFIKASI

 

Penyenlenggara setfikasi banih  yaitu :

1. Instansi atau unit kerja yang menyelenggarakan tugas dan fungsi bidang pengawasan dan sertifikasi benih hortikultura,

2. Produsen benih yang memiliki setfikat sistem manajemen mutu (SMM) di bidang perbenihan hortikultura.

 

PEMOHON