SPP Didik Murid Lahirkan Generasi Petani Muda Handal dan Berkualitas

18 Nov 2016, 09:30:09 WIBKabar Kaltim

SPP Didik Murid Lahirkan Generasi Petani Muda Handal dan Berkualitas

 

SAMARINDA -- Pengaruh arus globalisasi memiliki dampak yang besar terutama pada generasi muda. Sebagai contoh kehidupan yang serba mengikuti perkembangan zaman kekinian menurut masyarakat membuat generasi muda tak melirik profesi petani karena dianggap sebagai profesi yang tak sesuai dengan kehidupan saat ini.

Kurangnya ketertarikan generasi muda terhadap dunia pertanian membuat Pemprov Kaltim berusaha keras untuk membuat suatu perubahan dengan meyakinkan bahwa profesi petani dapat menjadikan seseorang sukses layaknya pengusaha besar di kantoran. Usaha pemerintah tersebut dilakukan melalui pendidikan di Sekolah Pertanian Pembangunan Negeri (SPPN) Samarinda.

“Berdasarkan data Badan Pusat Statistik dalam kurun waktu 10 tahun belakangan, jumlah keluarga petani cenderung menurun sebesar 11 persen. Untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan melahirkan generasi baru sebagai pengganti petani-petani yang sudah lanjut usia dengan menyekolahkan anak-anak mereka sebagai penerus ke SPPN seperti di Samarinda ini,” terang Kepala Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Prov Kaltim Ibrahim pada acara pembukaan outlet agroindustri SPPN, Jumat (11/11).

Menurutnya, SPPN disiapkan untuk mendidik murid-murid terpilih dari seluruh Kab/Kota di Kaltim menjadi wirausaha muda yang mencintai pertanian. Selain itu lulusan SPPN dari Kaltim bisa menjadi kader dari orangtuanya yang sudah lanjut usia karena mereka sudah memiliki bekal bukan hanya SDM, tetapi juga sumber daya modal, lahan, serta mesin dan hanya perlu menerapkan ilmunya di kemudian hari.

“Kita berusaha mendidik mereka yang sekolah disini sejak mereka masuk sudah diajarkan membentuk kelompok usaha budidaya sayur-sayuran dan sebagainya. Naik tingkat lagi dalam jumlah besar, dan seterusnya. Mereka melakukan kelompok budi daya sesuai dengan ilmu yang didapatnya mulai dari proses sampai dengan pemasarannya. Kita didik seperti itu agar menjadi wirausaha muda yang prosfesional dibidangnya,” jelas Ibrahim.