Tanaman Selada

21 Nov 2017, 13:53:25 WIBArtikel

Tanaman Selada

Tanaman Selada

Menguntungkan Analisa Usaha Tani

Tanaman sayuran Selada atau merupakan tanaman salad dan cukup populer di Indonesia serta di duga berasal dari Asia Barat, cukup menguntungkan apabila dibudidayakan.

Berdasarkan analisa usaha tani selada tanaman sayuran tersebut per ha akan menghasilkan keuntungan sebanyak Rp. 5.860.000,- dengan produksi 12.000 kg dengan harga Rp. 1.000.000,-

Menurut Direktorat Hortikultura untuk selada dikeluarkan atas biaya modal tetap yang terdiri atas biaya sprayer, biaya penyusutan dan sewa lahan. Sedangkan biaya modal kerja terdiri atas benih, pupuk,pestisida dan tenaga kerja yang terdiri atas pengolahan lahan, persemaian, penanaman, penyemaian dan pemupukan, dan lain-lain. Sedangkan biaya tak terduga diperkirakan 10%.

Tiga Tipe Dasar

Terdapat tiga tipe dasar selada yaitu tipe “head” atau “crop”, dain menggulung seperti kubis, tipe daun lepas atau bunching, seperti pada daun sawi, dan tipe “cos” atau “romain” yaitu daun menggulung silindris seperti pada caisin. Dalam perdagangan selada disebut lettuce atau letus.

Selada termasuk tanaman setahun atau tanaman semusim yang banyak mengandung air (herbaceous). Batangnya pendek dan berbuku-buku sebagai tempat kedudukan daun. D aun-daun selada bentuknyapanjang. Mencapai ukuran 25 cm dan lebarnya 15 cm atau lebih. Sistem perkaran tanaman selada adalah akar runggang dan cabang-cabang akar yang menyebar ke semua arah pada kedalaman antara 25-50 cm. Di daerah yang beriklim sedang (sub-tropis), tanaman selada mudah berbunga. Bunganya berwarna kuning terletak pada rangkaian yang lebat.

Selada yang dibudidayakan di Indonesia umumnya selada tipe crisp atau srop dan tipe daun/crinked lettuce. Daerah yang banyak ditanami selada adalah wilayah dataran tinggi diatas 1.000 m dpl, seperti Cipanas (Cianjur), Lembang (Bandung, Sumatera Selatan dan Riau.

Secara umum, suhu yang sesuai untuk semua jenis selada adalah berkisar antara 15-200C. Pada daerah tropis, selada paling baik ditanam pada derah dataran tinggi. Keaded lettuce/selada crop hanya dapat membentuk satu crop pada suhu kurang dari 200C crop tidak atau kurang tahan terhadap hujan lebat. Oleh Karena itu penanaman selada dianjurkan pada akhir musim hujan.

Tanah yang ideal untuk tanaman selada adalah liat berpasir, cocok ditanam pada tanah andosol maupun latosol. Syaratnya tanah tersebut harus subur, gembur, banyak mengandung bahan organik, tidak mudah menggenang (becek), dan pH-nya antara 5,0 – 6,8. Tanaman seladaumurnya relatif pendek sisten perakarannya dangkal. Oleh karena itu, untuk mendpatkan pertumbuhan atau produksi  yang maksimal, perlu pengelolaan lahan yang sempurna. Pada tanah-tanah yang mudah becek (drainage jelek), sering terjadi pembusukan akar-akar tanaman, sehingga dapat menurunkan produksinya. Khusunya di lahan sawah, sebaiknya dipersiapkan dengan sistem bedengan.

 

 

Kegunaan

Selada mempunyai rasa yang renyah segar dan umumnya dimakan mentah sebagai salad. Di Indonesia, selada mentega/Butterhead lettuce sering digunakan sebagai lalapan, bahan salad, pengisi sandwich atau burger karena teksturnya yang renyah dan rasanya gurih. Selada tipe daun/leaf lettuce bany