Untitled Document

Berita

Program Rice and Food Estate di Seminarkan

Diposting : 28 Maret 2012

Oleh : Administrator

/

SAMARINDA - Mewujudkan Kaltim sebagai lumbung pangan nasional dengan program rice and food estate, Lembaga Kajian Hukum dan Sosial Masyarakat (LKHSM) mengelar seminar kajian sosial masyarakat pertanian dalam rangka mewujudkan pembangunan food estate Kaltim yang berdaya saing di Ruang Rapat Tepian I Kantor Gubernur, Rabu (28/3).
"Saya menyambut baik seminar ini dan memberikan apresiasi yang tinggi. Saya harap, seminar ini bisa memberi masukan berarti dalam upaya kita meningkatkan pembangunan pertanian dalam arti luas menyusul ditetapkannya provinsi ini sebagai salah satu lumbung pangan untuk ketahanan pangan Nasional," kata Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak dalam sambutan yang disampaikan Asisten II HM Sabani saat membuka seminar tersebut. 
Dijelaskan, pertanian dalam arti luas menjadi pokok perhatian pembangunan Kaltim karena daerah ini memiliki potensi yang cukup besar. Potensi lahan sawah misalnya, mencapai 206.480 hektar dan lahan bukan sawah 22.655.420 hektar. 
Hingga 2010 di Kaltim luasan panen padi 150.031 hektar dengan produksi 588.877 ton Gabah Kering Giling (GKG) atau setara 338.675 ton beras. Bila dibandingkan kebutuhan beras tahun 2010 sebesar 401.216 ton, maka Kaltim masih kekurangan 62.541 ton beras. Tahun 2011 kebutuhan beras Kaltim baru mencapai 86,5 persen. Untuk mencapai swasembada beras, maka perlu dilakukan melalui perluasan areal baru dan intensifikasi pertanian. 
"Beberapa tahun terakhir ini telah berhasil dicetak sawah lebih kurang seluas 5 ribu hektar. Karena itu, untuk pertumbuhan areal, perlu dilakukan pencetakan sawah baru. Setidaknya rata-rata 1.500 hektar pertahun," jelasnya. 
Daerah di Kaltim yang potensial untuk tanaman padi adalah Kutai Kartanegara, Kutai Barat, Kutai Timur, Paser, Penajam Paser Utara, Berau, Bulungan, Malinau dan di Kabupaten Nunukan. Pada daerah-daerah ini, selain padi, juga sangat potensial untuk pengembangan perkebunan sawit, karet, kakao, tanaman hortikultura dan lainnya. 
Oleh karena itu, jika tanaman padi diusahakan dan dikembangkan dengan baik, maka suatu saat Kaltim akan mampu berswasembada. Berikutnya, sasaran swasembada usaha pertanian ke depan juga ditargetkan untuk produksi palawija seperti jagung dan kacang-kacangan, serta hasil usaha peternakan sapi, kerbau, kambing, babi, rusa, ayam ras, ayam buras, itik, angsa dan lainnya. 
"Saya sangat berbahagia dan menghargai upaya serta terobosan yang dilakukan oleh beberapa daerah di Kaltim yang telah berhasil membuktikan sebagai salah satu penghasil padi terbaik seperti jenis Padi Mayas, Padi Adan dan padi lokal lainnya," sebut Gubernur. 
Sementara itu ketua panitia seminar H Abdul Said, mengatakan kegiatan ini bentuk dukungan kepada pemerintah untuk program lumbung pangan nasional melalui program food estate. 
"Program pro rakyat ini harus disosialisasikan kepada masyarakat, karena program ini merupakan salah satu upaya menuju ketahanan pangan nasional dan muaranya kembali ke rakyat untuk kesejahteraan,," tegas Abdul Said.
Seminar tersebut juga dihadiri pakar pertanian Kaltim Profesor Riyanto dan mahasiswa Universitas Mulawarman (Unmul) dan pakar pertanian lainnya. (sar/hmsprov)

Foto: Asisten II HM Sabani (depan kiri) pada pembukaan seminar kajian sosial masyarakat pertanian dalam rangka mewujudkan pembangunan food estate. (sarjono/humasprov kaltim).