Budidaya Bawang Merah di Tanah Podsolik Merah Kuning

06 Jul 2017, 13:54:38 WIBArtikel

Budidaya Bawang Merah di Tanah Podsolik Merah Kuning

ata, kompos dan arang sekam merupakan kunci sukses budi daya bawang merah di tanah podsolik merah kuning.

Kompos dan arang sekam disebar di bdedengan kemudian tanah diaduk. Sebelum diberi perlakuan ini, tanah berwarna kekuningan, kecokelatan, yang menunjukan tanah miskin bahan organik. Stelah diberi perlakuan, tanah menjadi kehitaman dan gembur. Adapula petani yang menambahkankapur untuk memperbaiki kondisi tanah. Namun, harga kapur mahal sehingga petani enggan menggunakannya. Menurut mereka, arang sekam dapat menggantikan kapur.

Kompos dibuat dengan mencampur kotoran sapi dan jerami padi lalu ditambahkan EM4. Kedua bahan ini memang melimpah dan bisa diperoleh petani secara geratis. Sekam dibakar lalu diberikanke bedengan. Arang sekam merupakan salah satu contoh biochar yang dapat memperbaiki kualitas tanah.

Serasah hasil siangan juga dapat dibakar untuk menghasilkan abu atau arang. Abu dan arang ini lalu ditaburkan ke area tanam sebagai tambahan hara dan untuk meningkatkan pH tanah. Petani biasanya membakar serasah diantara bedengan. Sebenarnya membakar serasah diantara bedengan perlu dihindari karena suhu yang tinggi dapat mematikan mikroorganisme tanah. Pembakaran dapat dilakukan di tempat yang jauh dari bedengan.

Jika tipe tanahnya sama perbedaan hasil  panen disebabkan oleh perlakuan terhadap tanah dan perawatan tanaman. Petani memberikan arang sekam dan kompos dengan komposisi 1 : 1. Satu karung arang sekam dicampur dengan satu karung kompos.

Untuk menanam bawang merah, lahan dibuat bedengan-bedengan dengan ketinggian 25 cm agar lahan tidak tergenang. Bawan merah berakar dangkal dan menyukai tanah lembab tetapi tidak terlalu basah. Tanahnya gembur sehingga umbi dapat berkem