Gerakan Percepatan Tananm Jagung

02 Mar 2018, 12:53:25 WIBKabar Kaltim

Gerakan Percepatan Tananm Jagung

TANJUNG REDEB - Gerakan Percepatan tanam jagung dalam rangka percepatan luas tambah tanam di Kabupaten Berau digelar di lahan Kelompok Tani Manunggal Karsa, Kampung Labanan Jaya, Kecamatan Teluk Bayur

Secara simbolis tanam perdana jagung hibrida akan dilaksanakan di Kampung Labanan Jaya dengan dihadiri langsung Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak bersama Bupati Berau Muharram, dan Wabup Agus Tantomo, serta para petani jagung Labanan Jaya.

Selain itu, Gubernur Awang Faroek juga menyerahkan secara simbolis bantuan benih dan mesin perkebunan kepada kelompok tani. Pengembangan Jagung di Kabupaten Berau kini menjadi unggulan bahkan berada di peringkat pertama di Kalimantan Timur.

Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kaltim, Ibrahim mengatakan produksi jagung Kaltim setiap tahun terus mengalami peningkatan. Pada 2017, berdasarkan angka sementara hasil produksi jagung Kaltim mencapai 56 ribu ton, dimana 63 persen merupakan produksi jagung Kabupaten Berau, sekitar 35 ribu ton. Jadi sekarang Berau berada di rangking satu sebagai produksi jagung di Kaltim,” ungkapnya.

Pengembangan jagung ini disampaikan Ibrahim, tidak lepas dari peran para petani yang juga terus mendapat dukungan dari stakeholder terkait. Dalam mendorong produksi jagung, Ibrahim mengatakan, bantuan dalam luas tanam terus dilakukan pada 2017 lalu dengan luas tanam luas 5.500 hektare. Tahun 2018, Kabupaten Berau mendapat alokasi bantuan untuk tanam jagung seluas 10 ribu hektare. Karena keberhasilan Berau, banyak reward yang diberikan. Selain itu, juga dalam pengembangan padi,” jelasnya.

Bupati Berau Muharram mengatakan sektor pertanian menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau dengan terus memberikan dukungan dan motivasi kepada petani, karena peran petani sangat penting dalam mewujudkan kedaulatan pangan. Sehingga membangun pertanian, kata Muharram, harus dilakukan secara terencana mulai dari pengelolaan lahan hingga pengolahan hasil pertanian.

Pemkab Berau, lanjut Muharram, sangat mendukung petani jagung, salah satunya dengan bekerjasama pihak swasta melalui program produk unggulan kawasan perdesaan (Prukades) yang dipelopori Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. Bahkan, tidak hanya jagung, dalam Memorandum of Understanding (MoU) yang sudah ditandatangani juga dikerjasamakan pengembangan lada dan kakao di Berau.

“Sehingga petani tidak lagi harus ragu memaksimalkan produk unggulan ini karena terkait pemasaran akan di-back up perusahaan yang bergerak di bidang masing masing,” tegasnya.

Bahkan ke depan, dikatakan Muharram, akan dikembangkan industri hilir jagung di Bumi Batiwakkal –sebutan Kabupaten Berau-. Hal ini ditambah dengan sudah adanya pengusaha yang akan membangun pabrik pakan ternak di Berau. Sehingga hasil produksi petani tidak langsung dijual, namun akan diolah di daerah guna meningkatkan nilai produknya.

Capaian produksi jagung harus konsisten sehingga mampu memenuhi kebutuhan atau permintaan yang ada. Bupati Muharram juga mendorong pengembangan produk jagung organik yang memiliki nilai jual lebih tinggi.

Sementara Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak, mengaku bangga dengan kemajuan pertanian di Berau.

Sinkronisasi program kabupaten Berau dengan Pemprov Kaltim sudah dilakukan dengan baik. “Terimakasih pak Muharram,” ucapnya Faroek.

Awang juga mengaku senang bisa berkunjung ke Berau dan melakukan penanaman jagung serentak yang menjadi gerakan bersama petani dengan seluruh stakeholder. Perhatian kepada petani, lanjut Awang, harus semakin baik guna mewujudkan petani yang mandiri, modern dan sejahtera.

Untuk mendorong pertanian, Awang Faroek mendorong pemanfaatan lahan yang belum produktif. Petani diminta memaksimalkan pengolahan lahan yang ada. Bahkan gubernur berharap setiap petani bisa memiliki lahan minimal 2 hingga 5 hektare. Pemerintah daerah mendukung pengembangan pertanian, termasuk membantu lahan pertanian dengan sertifikat.

Pemprov Kaltim, kata Awang, mendorong pengembangan industri hilirisasi, termasuk bidang pertanian. Seperti produk minyak kelapa sawit yang tidak boleh langsung dikirim, namun harus dilakukan pengolahan dalam daerah. Begitu juga dalam pengembangan jagung yang didorong dengan pengolahan industri hilir. Pada kesempatan kemarin, gubernur juga memberikan waktu untuk berdi