Indonesia – Malaysia Kembangkan Jagung di Perbatasan

02 Mei 2017, 08:05:24 WIBBerita Nasional

Indonesia – Malaysia Kembangkan Jagung di Perbatasan

Menteri Pertanian Republik Indonesia dengan Menteri Pertanian dan Industri Asas Tani Malaysia melakukan kespeakatan membanguna daerah perbatasan untuk mengembangkan jagung tahun ini. Sebenarnya MoU Indonesia dan Malaysia sudah berjalan sejak tanggal 24 Juni 2014 di Bandung.  Amran Sulaiman mengatakan kesepakan pengembangan jagung tersebut di Kalimantan Barat (Entikong)-Serawak(Malaysia).”Pembangunan daerah perbatasan karena Indonesia dan Malaysia mempunyai lahan yang sesuai untuk pengembagan jagung. Di Entikong seluas 50 ribu ha,” tegasnya.

Selain itu rencananya juga akan bekerjasama dalam hal budidaya dan eksport-import jagung. Amran mengatakan bahwa Malaysia kagum dengan Indonesia yang mampu menurunkan kuota impor jagung dalam waktu 2 tahun. Dimana pada tahun 2014 Indonesia mengimpor jagung 3 juta ton dan di tahun 2016 berkurang menjadi 900 ribu ton. Dengan penurunan impor jagung yang signifikan ini, Indonesia menargetkan bahwa tahun 2017 tidak akan ada impor jagung lagi. “sampai saat iniMalaysia masih mengimpor jagung sebanyak 3 juta ton dari Argentina dan Amerika. Makanya mereka ingin belajar dengan kami (Indonesia) agar sukses pertanian jagungnya,” jelas Amran.

Kerjasama dalam hal budidaya, rencananya Indonesia akan memasok benihnya langsung ke wilayah perbatasan (Serawak). Benih jagung yang dipasokmerupakan kualitas unggul yakni varietas jagung tongkol 2, NASA 29. Selain itu juga dilakukan transfer teknologi perjagungan ke Malaysia. Bukan hanya pembangunan perbatas saja, rencananya Malaysia ingin menginfor jagung langsung dari Indonesia. Pengembangan di darah perbatasan, tidak hanya jagung melainkan padi (beras) dan peternakan. Padi yang akan dikembangkan di perbatasan dan dititik beratkan  pada padi organik. Entikong-Sera