Indonesia Berdaulat Pangan, Hari ini Tidak Ada Satu Biji Jagung Masuk Indonesia

09 Jun 2017, 09:04:48 WIBBerita Nasional

Indonesia Berdaulat Pangan, Hari ini Tidak Ada Satu Biji Jagung Masuk Indonesia

Bangkalan - (6/6), Setelah melaksanakan kunjungan kerjanya di Kabupaten Sumenep, di hari yang sama, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman langsung menuju Kabupaten Bangkalan untuk memberikan kuliah umum dengan tema "Pengembangan potensi pertanian pangan berbasis lahan kering" di Universitas Trunojoyo Madura. Sejalan dengan roadmap menuju lumbung pangan dunia 2045, Kementerian Pertanian terus menggenjot produksi komoditas strategis dalam negeri agar mencukupi kebutuhan dalam negeri sendiri. Sejauh ini, yang telah dilakukan Kementerian Pertanian bersama para petani dan seluruh elemen masyarakat sudah ada pada jalur yang sesuai.

Ditahun 2016, sudah ada 3 komoditas yang mampu swasembada yakni beras, bawang merah, dan cabai. Di tahun 2017 ini ditargetkan jagung mampu swasembada juga. "Jika IPB terkenal dengan padinya, maka UTM dengan jagungnya", ungkap Rektor UTM H. Muh. Syarif ketika memberikan sambutan selamat datang kepada Menteri Amran. Syarif menjelaskan, universitas di bawah pimpinannya ini telah berfokus pada sektor jagung dan garam. Untuk saat ini, UTM telah mengembangkan benih jagung madura 1 dan madura 2. Saat ini, pihak universitas telah berhasil memproduksi 80 ton benih yang terdiri dari 60 ton benih jagung komposit dan 20 ton benih jagung madura 1 dan madura 2.

Mentan Amran di awal kuliahnya langsung menyambut baik benih jagung yang telah dihasilkan oleh UTM. Kementerian Pertanian langsung membeli 70 ton benih yang ada untuk diserahkan ke masyarakat dan mendukung program swasembada jagung. "kita beli ya pak rektor, 70 ton, nanti masuk pengadaan tahun ini, atau tahun depan, tapi diusahakan masuk tahun ini", pinta Amran. Selain itu, Kementan langsung memberikan 10 traktor roda empat untuk petani binaan UTM. Dalam hal produks