Indonesia Berdaulat Pangan, Hari ini Tidak Ada Satu Biji Jagung Masuk Indonesia

09 Jun 2017, 09:04:48 WIBBerita Nasional

Indonesia Berdaulat Pangan, Hari ini Tidak Ada Satu Biji Jagung Masuk Indonesia

i jagung sendiri, Indonesia di tahun ini belum ada impor jagung. "Hari ini tidak ada satu biji jagung masuk ke indonesia", ungkapnya dengan yakin.

Amran juga mengungkapkan, Kementerian di bawahnya sedang fokus dalam hal Rain Water Harvesting System dengan mambangun embung agar mampu mengairi 4 juta hektar lahan. "Seluruh air hujan yang jatuh ke bumi Indonesia tidak boleh mengalir ke laut sebelum menjadi karbohidrat, protein, dan vitamin", tandasnya. Menyikapi lahan tidur yang ada di Indonesia, Amran bertekad untuk mengoptimalkan lahan tersebut, "bangunkan lahan tidur, bangunkan pemuda tidur, Indonesia berjaya, akan menjadi lumbung pangan dunia".

Perlu diketahui, dulu Indonesia mengejar Food Security (ketahanan pangan), kemudian berlanjut self efficiency (swasembada), dan sekarang family welfare dimana setiap rumah tangga tangga petani didorong agar mampu menghasilkan sendiri kebutuhan pangan rumah tangganya.

Dekan Faperta Slamet Subari sempat menjabarkan data dari FAO dimana Indonesia memiliki 144 juta ha dan lahan basah seluas 9,4 juta ha. "Sedangkan untuk Madura sendiri memiliki potensi 360 ribu ha lahan kering dengan 160 ribu ha potensi lahan kering untuk jagung. Dengan produktivitas 6-7 ton, sekali panen Madura mampu menghasilkan 1.120.000 ton sekali panen", ungkap Subari.

Di perjalanan menuju UTM dari Kabupaten Sumenep, rombongan Menteri Pertanian sempat singgah mendadak beberapa saat di Kabupaten Sampang. Melihat ada masyarakat yang sedang berkumpul dan ternyata sedang mengupayakan Luas Tambah Tanam, Amran langsung meminta berhenti. Ternyata setelah berdiskusi sedikit ada kendala dalam hal pengairan. Mendengar hal ini, Amran langsung memberikan bantuan pompa air s