Mentan : Mari Kita Perangi Kartel Pangan

29 Mei 2017, 13:24:44 WIBBerita Nasional

Mentan : Mari Kita Perangi Kartel Pangan

erusahaan jasa angkutan yang mengantar langsung pesanan dari toko tani ke rumah konsumen. Keuntungan dari toko tani ini, konsumen mendapatkan produk pangan yang segar dan harga yang wajar.


Untuk faktor yang kedua, ini menjadi perhatian khusus pemerintah karena titik terakhir distribusi pangan pokok selain beras yang kewenangannya di Badan Urusan Logistik (Bulog), ada di para distributor dan merekalah yang mengatur lalu lintas pasokan kebutuhan pangan pokok hingga ke pasar-pasar tradisional di seluruh Indonesia. Ironisnya peranan distributor ini secara tidak langsung  berperan pada fluktuatif harga pangan dipasar.

Mengantisipasi kondisi tersebut diatas, dan arahan dari Presiden Jokowi pada rapat kabinet terbatas agar mengawal keberadaan stok pangan dan stabilisasi harga menjelang ramadhan dan idul fitri, diawal Mei 2017 dibentuk satgas pangan oleh Kepolisian Republik Indonesia dengan melibatkan Kementerian Pertanian, Badan Urusan Logistik, Kementerian Dalam Negeri dan Komisi Pengawas Persaingan Usaha. Satgas pangan memiliki tugas dan tanggung jawab yang tegas, yaitu mengamankan keberadaan stok pangan, menstabilkan harga dan perangi kartel pangan. Kartel pangan inilah sebagai pihak yang berperan dalam terjadinya gejolak harga seperti baru-baru ini, kejadian penggerebakan yang dilakukan satgas pangan  berhasil menangkap penimbun bawang putih sebesar 182 ton di gudang Marunda. Tidak hanya sebatas sidak, terkait hal ini pemerintah membuka kran impor 9.000 ton bawang putih. Produk ini dipastikan akan tersebar kepasar hingga ramadhan dan idul fitri. 

Perang terhadap kartel pangan sudah didengungkan pemerintah sebagai bagian dalam upaya mengamankan stok pangan dan menstabilkan harga. Kementerian Pertanian