Peran dan Kontribusi Dinas Pangan TPH Dalam Pengambilan Kebijakan Pembangunan Daerah

02 Apr 2018, 08:45:03 WIBArtikel

Peran dan Kontribusi Dinas Pangan TPH Dalam Pengambilan Kebijakan Pembangunan Daerah

suai dengan GAP;
11.Pengembangan diversifikasi tanam;
12.Meningkatkan mutu produk, antara lain melalui penerapan GAP serta Good Handling Practices (GHP), penerapan teknologi budidaya ramah lingkungan, fasilitasi sarana panen dan pasca panen;
13.Promosi, edukasi dan fasilitasi dalam usaha peningkatan kemitraan dengan pemangku kepentingan terutama stakeholder yang terkait dengan program REDD+;
14.Mengembangkan berbagai teknik pertanian adaptif untuk beradaptasi terhadap perubahan iklim.

Untuk dapat mewujudkan perbaikan dan pengembangan secara terus menerus baik secara internal maupun eksternal maka arah kebijakan Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Timur difokuskan pada :
1.Meningkatkan ketersediaan pangan maka perlu diarahkan pada meningkatnya ketersediaan sebagai pangan utama dan cadangan pangan pemerintah melalui pencapaian jumlah ketersediaan pangan daerah sebesar 200 ton.
2.Meningkatkan penganekaragaman konsumsi dan keamanan pangan, maka perlu diarahkan pada meningkatnya persentase penurunan konsumsi beras sebesar 1,5%/kap/tahun, meningkatnya skor PPH diversifikasi pangan sebesar 95 poin serta meningkatnya keamanan pangan.
3.Meningkatkan produksi padi dan ubi kayu dengan memanfaatkan lahan kritis.
4.Meningkatkan nilai tambah produk padi dan ubi kayu.
5.Perlindungan tanaman dari OPT dan dampak perubahan iklim dengan pola tanam yang dapat memutus siklus hama.
6.Meningkatkan penggunaan benih unggul yang tahan tergenang dan tahan terhadap kekeringan dalam mengatasi variabilitas iklim.
7.Koordinasi penerapan perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan. Khususnya memperkuat kelembagaan ditingkat petani dan pembiayaan yang bersumber dari berbagai pendanaan baik nasional maupun dana internasional.
8.Optimasi lahan dan jaringan irigasi
9.Menyediakan alat dan mesin pertanian yang rendah emisi dan ramah lingkungan.
10.Meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pengembangan dan penerapan teknologi adatif terhadap perubahan iklim berbasis kearifan lokal.
11.Sosialisasi dan adopsi teknologi pertanian yang ramah lingkungan.
12.Penguatan akses petani terhadap iptek, pasar dan permodalan.
13.Pengembangan kawasan-kawasan serta produksi terpadu dengan konsolidasi usaha tani produktif.
14.Pemasyarakatan produk tanaman pangan dan hortikultura melalui media cetak dan elektronik, pameran dan gerakan konsumsi buah lokal.
15.Menyelenggarakan temu bisnis pelaku dan produk.
16.Menyediakan system informasi harga produk tanaman pangan dan hortikultura.
17.Mendorong minat investasi dan kemitrausahaan melalui promosi.
Pencapaian kinerja Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura tahun 2016 dan 2017 :

Keterangan : Data produksi tahun 2016 merupakan angka tetap, data produksi tahun 2017 merupakan angka sementara
Berdasarkan data tersebut, terjadi peningkatan produksi padi sebesar 31,01%, produksi jagung sebesar 155,67% produksi ubi kayu sebesar 52,37%, produksi pisang sebesar 23,37% dan produksi pepaya sebesar 10,88%. Namun terjadi penurunan produksi pada komoditi durian/lai dan jeruk. Peningkatan produksi tersebut dicapai melalui cara pemberian bantuan benih, saprodi, alat mesin pertanian dan penambahan luas tambah tanam.

Peningkatan produksi padi belum mencukupi kebutuhan penduduk Kalimantan Timur sehingga harus mendatangkan beras dari Pulau Jawa dan Sulawesi sehingga tingkat ketersediaan pangan Kalimantan Timur (Pola Pangan Harapan dari Aspek Ketersediaan) hampir mencapai 100% yaitu sebesar 98,17%.

Skor PPH dari Aspek Konsumsi penduduk Kalimantan Timur Tahun 2017 sebesar 83,1 poin berarti belum mencapai skor ideal yang diharapkan. Skor ideal telah dicapai oleh kelompok pangan padi-padian