Serap Gabah Turun 50 Persen, KTNA Minta Bulog Jangan Main-Main

26 Mei 2017, 07:56:41 WIBBerita Nasional

Serap Gabah Turun 50 Persen, KTNA Minta Bulog Jangan Main-Main

 

Jakarta,- Kinerja Badan Urusan Logistik (Bulog) dalam menyerap gabah petani pada musim panen bulan Mei 2017 sangat mengecewakan dan merugikan petani. Hal ini terlihat dari data realisasi Serap Gabah (Sergab) tanggal 1 hingga 16 Mei 2017 mencatat hingga per 16 Mei 2017, serapan gabah petani hanya sebesar 145.630 ton setara beras. 

Tentang hal ini, Ketua Umum Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Nasional, Winarno Tohir menilai kinerja Sergab Bulog tersebut sangat buruk karena jauh lebih rendah atau anjlok 50 persen dibandingkan bulan dan periode sebelumnya. Ia menyebutkan Sergab pada bulan Maret 2017 mencapai 425.555 ton dan April sebesar 424.065 ton setara beras. Sementara pada April tahun 2016, Bulog mampu menyerap gabah lebih banyak yakni mencapai 649.780 ton dan hingga 16 Mei 2016 mencapai 283.904 ton.

“Kinerja Bulog saat ini sangat ironis dan mencederai amanah Presiden Jokowi untuk menjaga kedaulatan pangan dengan menyerap gabah petani minimal 4 juta ton setara beras dalam waktu 6 bulan yakni Maret hingga Agustus 2017. Jadi Bulog jangan main-main, karena ini menyangkut kedaulatan pangan dan ketahanan negara,” tegas Winarno Tohir di Jakarta, Jumat (19/5/2017).

Untuk itu, Winarno meminta Bulog agar optimal dan gerak cepat menyerap gabah petani, apalagi harga gabah di tingkat petani saat ini jauh di bawah Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp 3.700 per kg. Menurutnya, hal ini penting mengingat Bulog sebagai satu-satunya lembaga negara yang berperan dalam penyediaan pangan nasional dan stabilisasi harga pangan agar dapat memberikan harga yang menguntungkan bagi petani. 

"Bulog harus kerja keras menyerap gabah petani, walaupun gudang-gudang Bulog sudah terisi atau tidak tertampung. Ini tidak bisa dijadikan alasan. Bulog harus tetap menyerap gabah petani dan menyewa gudang-gudang milik BUMN dan swa