Swasembada Pangan Suatu Keharusan

12 Jan 2018, 07:31:03 WIBKabar Kaltim

Swasembada Pangan Suatu Keharusan

Swasembada pangan menjadi program pembangunan pertanian yang strategis karena memiliki dampak luas. Ketersediaan pangan dalam  jumlah yang cukup, mutu bahan pangan yang baik, serta nilai gizi yang tinggi memiliki dampak luas pada perekonomian dan mutu sumber daya manusia. Beras sebagai bahan pangan utama  menjadi target utama pemerintahan untuk dapat mencapai swasembada. Untuk itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman telah membuat kebijakan Upaya Khusus Padi Jagung dan Kedelai (Upsus Pajale) untuk mencapainya. Hasilnya segera terlihat, swasembada beras tercapai sejak tiga tahun hingga kini meskipun dilanda iklim ekstrim baik El-Nino maupun La-Nina.

Kebijakan Mentan yang mulanya diragukan kini dirasakan benarnya. Bulan-bulan November sampai Februari periode 2016/2017 dan 2017/2018 yang biasanya dianggap musim paceklik kini tidak ada lagi.  Hal ini isa dilihat setidaknya dari tiga indikator yaitu stabilitas harga, terutama hari raya Natal  dan Tahun Baru, ketersediaan stok di Bulog, serta kegiatan panen padi pada periode tersebut yang terus berlangsung. Indikator tentang frekuensi dan penyebaran panen sampai hari ini dapat kita lihat masih terus berlangsung dimana-mana baik Jawa Tengah maupun Propinsi lainnya.

 Kabupaten Semarang sering dikesankan sebagai daerah yang pertaniannya mulai surut karena perkembangan pemukiman, industri dan bangunan lain. Seringkali orang menganggap  Kabupaten Semarang mendatangkan bahan pangan dari daerah lainnya. Pandangan itu ternyata tidak benar ssama sekali. Pertanian di Kabupaten Semarang bukan hanya masih eksis, bahkan terlihat masih tangguh. Hal ini dibuktikan dengan hamparan sawah dan perkebunan bila kita melewati jalan raya dari Kota Semarang menuju Boyolali maupun Magelang. Hamparan sawah menghijau diselingi dengan padi menguning siap panen.