Tingkatkan Kualitas dan Kuantitas Produksi Pertanian

30 Sep 2013, 08:35:52 WIBKabar Kaltim

Tingkatkan Kualitas dan Kuantitas Produksi Pertanian

Pembangunan Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura merupakan salah satu program prioritas di Provinsi Kaltim. Melalui Dinas Pertanian Tanaman Pangan terus diupayakan pencapaian target swasembada beras dengan mendorong petani meningkatkan produksinya melalui berbagai program baik yang sifatnya bantuan, pengawalan maupun pendampingan. 

”Selain itu Dinas Pertanian Tanaman Pangan juga mendorong pengembangan tanaman hortikultura di Kalimantan Timur yang berperan sangat penting terhadap peningkatan pendapatan petani,” kata Gubernur Kaltim Dr H Awang Faroek Ishak pada Peringatan Hari Tani Nasional dan Pencanangan Kampung Produk Pertanian Sehat Tingkat Provinsi Kalimantan Timur yang kita laksanakan di Desa Sukorejo, Kota Samarinda, pekan tadi. 

Gubernur memaparkan, pengembangan hortikultura di Kaltim mempunyai potensi yang luar biasa. sayuran dan buah-buahan disamping merupakan sumber vitamin juga mempunyai nilai ekonomis yang tinggi, namun mudah menurun mutunya bahkan menjadi rusak dan tidak layak konsumsi jika tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu perlu dilakukan budidaya yang baik dan pemanenan yang sesuai dengan dibarengi penanganan pasca panen yang tepat. 

Salah satu kurangnya daya saing buah lokal adalah penampilan buah yang kurang menarik sebagai akibat kurang baiknya penanganan pasca panen. Kondisi tersebut akan tampak nyata bila buah lokal disandingkan dengan buah impor. Buah impor pada umumnya memiliki penampilan dengan warna buah yang cerah, bersih, ukuran seragam dan dikemas dengan kemasan yang menarik dan sekaligus melindungi buah dari kerusakan maupun cemaran dari luar. 

Dalam upaya mengantisipasi persaingan antara buah lokal dan buah impor, Pemerintah melalui Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Kaltim telah melakukan berbagai upaya yang diwujudkannya dalam berbagai program dan kegiatan, yaitu : Pengembangan kawasan / penataan kebun, Perbaikan mutu, Penguatan pengelolaan hama/penyakit tanaman pengua-tan sistem perbenihan, Penguatan sistem informasi dan promosi, Penguatan kerjasama dan kemitraan, serta Peningkatan penanganan pasca panen. 

ORGANIK.

Sementara itu, arah pertanian ke depan ujar Gubernur adalah penerapan sistem pertanian organik yang merupakan salah satu model dalam upaya melaksanakan pembangunan pertanian berkelanjutan dalam rangka menghasilkan produk pertanian sehat. Pada umumnya petani dalam menanam sayuran banyak menggunakan pestisida seperti insektisida, fungisida maupun herbisida kimia lainnya dalam menanggulangi hama dan penyakit yang datang. 

Tanaman yang disemprot dengan pestisida kimia berlebih dan bahkan sesaat sebelum panen sangat berbahaya bagi kesehatan karena dapat merangsang terbentuknya radikal-radikal bebas dalam tubuh yang bisa menyebabkan berbagai penyakit seperti kanker. 

Dalam pertanian organik, pengendalian hama dan penyakit biasanya dibuat dengan sistem rotasi atau pergantian tanaman dalam satu area dan waktu tertentu, atau menggunakan predator dari hama tersebut atau dengan menggunakan beberapa jenis tanaman herbal seperti basil sebagai benteng yang mengelilingi tanaman sayuran organik di dalamnya. Cara lainnya adalah dengan menggunakan screen net seperti dalam green house sehingga hama tidak dapat masuk. 

Dengan penerapan pertanian sehat, petani tidak hanya mencari keuntungan semata tetapi juga memperhatikan kesehatan konsumen sehingga terjadi hubungan jual beli yang serasi dan saling menguntungkan baik dari aspek finansial maupun kesehatan. 

Buah dan sayuran organik mengandung lebih banyak nutrisi, termasuk metabolit sekunder dan vitamin C. Metabolit sekunder berfungsi untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan melindungi tubuh dari radikal bebas yang dapat merusak sel. 

Manfaat mengkonsumsi produk pertanian sehat diantaranya adalah lebih enak, segar dan tidak cepat busuk, lebih ber