Back to homepage

Potensi Balikpapan

I. Keadaan Umum KOTA BALIKPAPAN

 

1.1.        Letak Geografi dan Administratif

Kota Balikpapan mempunyai luas wilayah daratan 503,3 km2 dan luas pengelolaan laut mencapai 160,1 km2.  Kota Balikpapan terletak pada posisi 116,50 - dan 117,00 Bujur Timur serta diantara 1,00-1,50 Lintang Selatan. Terdiri atas 5 kecamatan yaitu Balikpapan Selatan, Balikpapan Timur, Balikpapan Utara, Balikpapan Tengah dan Balikpapan Barat.

Kota Balikpapan sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Kutai Kartanegara, di sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), sedangkan di sebelah Selatan dan Timur berbatasan dengan Selat Makassar (Tabel 1.1).

 

Tabel 1.1. Letak geografi dan administratif Kota Balikpapan

 

Letak geografi

Batas wilayah

LS

BT

Utara

Timur

Selatan

Barat

1,00-1,50

116,50-117,00

Kab. Kutai Kartanegara

Selat Makasar

Selat Makasar

Kab. Penajam Paser Utara

 

1.2.        Luas Wilayah dan Jenis Tanah

1.2.1.    Luas wilayah berdasarkan kemiringan dan ketinggian

Dilihat dari topografi, kemiringan dan ketinggian tempat dari permukaan laut sangat beragam.  Wilayah Balikpapan didominasi oleh kemiringan lahan 15-40%, seluas 21.305,5 km2 atau sebesar 42,33% dari seluruh wilayah darat kota Balikpapan (Tabel 1.2). Ketinggian tempat di atas permukaan laut dari yang terendah yaitu 0 meter sampai dengan wilayah berbukit dengan ketinggian 100 m dari permukaan laut.  Ketinggian tempat 20-100 m di atas permukaan laut mencapai 51,84% dari seluruh wilayah daratan (Tabel 1.3).

 

Tabel 1.2.   Luas wilayah berdasarkan kelas kemiringan lahan Kota Balikpapan

 

Kelas Kemiringan (%)

Luas Wilayah km2

Prosentase (%)

0-2

7.050,00

14,00

2-15

3.325,00

6,60

15-40

21.305,57

42,33

> 40

18.650,00

37,10

Jumlah

50.330,57

100,00

 

 

 

Tabel 1.3.    Luas wilayah berdasarkan ketinggian tempat dari permukaan laut Kota Balikpapan

 

Ketinggian (m)

Luas Wilayah km2

Persentase (%)

0-10

6.980,00

13,87

10-20

17.260,00

34,39

20-100

26.090,57

51,84

> 100

-

-

Jumlah

50.330,57

100

Sumber :   Badan Pusat Statistik Kota Balikpapan, 2010

 

 

1.2.2.    Jenis tanah

Jenis tanah di kota Balikpapan yang terbesar adalah jenis tanah podzolik merah kuning, mencapai 80% dari luas wilayah kota Balikpapan (Tabel 1.4).

 

Tabel 1.4.    Jenis tanah dan luas masing-masing jenis tanah Kota Balikpapan

 

Jenis tanah

Luas Wilayah km2

Persentase (%)

Aluvial

2.516,55

5

Pasir

7.549,65

15

Podzolik Merah Kuning

40.264,80

80

Jumlah

50.331,00

100

 

 

1.3.        Iklim

 

Komponen iklim adalah curah hujan (jumlah curah hujan tahunan, bulanan, hari hujan), suhu udara, kelembaban, penyinaran matahari.  Iklim merupakan komponen penting dalam menentukan keberhasilan produksi pertanian, khususnya tanaman pangan di suatu daerah/wilayah. Bagi tanaman pangan, khususnya curah hujan sangat diperlukan untuk menentukan waktu tanam dan waktu panen, serta proses pasca panen. Terjadinya penyimpangan iklim akan berpengaruh terhadap tinggi rendahnya hasil, dan faktor-faktor lain yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman, misalnya serangan hama dan penyakit. Oleh karena itu pengetahuan iklim dari suatu daerah/wilayah sangat penting untuk diketahui.

 

1.3.1.    Curah hujan dan hari hujan

 

Jumlah curah hujan dan distribusi curah hujan mempunyai hubungan yang erat dengan petumbuhan tanaman dan potensi hasil. Kebutuhan jumlah curah hujan serta distribusinya yang optimal, berbeda untuk setiap jenis tanaman. Demikian halnya kebutuhan jumlah curah hujan setiap fase pertumbuhan berbeda, umumnya menjelang saat panen jumlah curah hujan, lebih sedikit di banding pada saat fase pertumbuhan aktif.

Di Indonesia, pada umumnya tanaman padi ditanam pada musim hujan, karena pengairannya ditentukan oleh turunnya hujan. Di wilayah Asia Tenggara, umumnya tanaman padi berkembang pada daerah-daerah dengan jumlah curah hujan 1.150 mm, yang tersebar selama lima bulan (IRRI, 1976). Kalau dihitung dari jumlah tersebut, rata-rata jumlah hujan per bulan ada 250 mm. bila diperhatikan pada Tabel 1.5 dan Tabel 1.6, rata-rata curah hujan dan rata-rata hari hujan mulai tahun 2006 s/d 2010, penanaman padi di daerah Balikpapan yang sesuai adalah pada bulan-bulan Desember Sampai dengan April. Rata-rata jumlah hujan/bulan pada bulan Desember dan Januari 248-245,5 mm, kemudian rata-rata pada bulan Februari-April berkisar antara 233,8-227,4 mm/bulan.

Jumlah curah hujan untuk tanaman pangan lainnya, misalnya jagung, jumlah curah hujan yang diperlukan antara 85 – 200 mm/bulan (Arief Prakarta, 2009). Bedasarkam hal ini dan melihat Tabel 1.5 dan Tabel 1.6, untuk pengembangan tanaman jagung di wilayah Balikpapan, tidak ada masalah. Pada bulan Agustus-November, rata-rata jumlah hujan/bulan antara 135,8-177,2 mm.

 

Tabel 1.5    Rata-rata curah hujan tahun 2006 s/d 2010 Kota Balikpapan

 

No

Bulan

Curah hujan (mm)

Rata-rata

2006

2007

2008

2009

2010

1.

Januari

282

282

213

224

226

245,40

2.

Pebruari

331

248

201

220

169

233,80

3.

Maret

106

165

340

269

223

220,60

4.

April

256

121

263

218

279

227,40

5.

Mei

152

256

157

157

274

199,20

6.

Juni

407

287

263

156

276

277,80

7.

Juli

43

390

601

152

194

276,00

8.

Agustus

128

332

241

70

113

176,80

9.

September

120

180

117

60

202

135,80

10.

Oktober

0

69

158

156

181

141,00

11.

November

112

127

291

137

159

177,20

12.

Desember

236

168

214

260

362

248,00

Jumlah

2173

2625

3059

2079

2658

 

Rata-rata

181,1

218,75

254,9

173,25

221,5

213,25

Sumber : Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan Balikpapan, 2010

 

 

Tabel 1.6.    Rata-rata hari hujan tahun 2006 s/d 2010 Kota Balikpapan

 

No

Bulan

Hari hujan (hari)

Rata-rata

2006

2007

2008

2009

2010

1.

Januari

16

14

14

13

14

14,20

2.

Pebruari

13

15

14

12

7

12,20

3.

Maret

7

9

18

4

10

9,60

4.

April

12

10

1

13

15

13,40

5.

Mei

6

13

10

9

13

10,20

6.

Juni

9

18

10

9

14

11,80

7.

Juli

3

15

22

9

14

12,60

8.

Agustus

5

14

17

7

11

10,80

9.

September

7

8

8

4

13

8,00

10.

Oktober

0

10

13

9

11

8,60

11.

November

9

12

16

10

10

11,40

12.

Desember

12

15

15

15

15

17,40

Jumlah

99

153

174

114

147

 

Rata-rata

8,25

12,75

14,50

9,50

12,00

11,68

Sumber : Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan Balikpapan, 2010

 

 

1.3.2.    Suhu dan kelembaban

 

Suhu besar pengaruhnya terhadap dua proses penting pada tanaman yaitu produksi bahan kering dan deferensiasi tanaman, melalui reaksi-reaksi fisiologi dan biokimia dalam tanaman. Pengaruh ini merupakan hasil kombinasi antara pengaruh suhu dan sinar matahari.

Suhu untuk pertumbuhan berbagai tanaman pangan di daerah tropis, tidak jauh berbeda. Misalnya untuk tanaman padi berkisar antara 24-330C, untuk tanaman jagung 21-340C, sedangkan suhu optimum untuk ubi jalar 21-270C, tetapi tanaman ubi jalar masih toleran pada temperatur minimum 160C dan temperatur maksimum 400C, meskipun hasilnya kurang baik (Dede Juanda dan Bambang Cahyono, 2000).

Rata-rata suhu minimum Kota Balikpapan selama 5 tahun (2005 s/d 2009) adalah 22,40C, sedangkan suhu maksimum 24,40C (Tabel 1.7). Hal ini menunjukkan  pengembangan tanaman pangan tidak ada masalah ditinjau dari faktor suhu udara.

 

 

 

 

 

 

 

Tabel 1.7.    Suhu minimum dan maksimum tahun 2005 s/d 2009 Kota Balikpapan

 

No

Bulan

Suhu minimum dan maxsimum (0C)

Rata-rata dlm 5 th

2005

2006

2007

2008

2009

Min

Mak

Min

Mak

Min

Mak

Min

Mak

Min

Mak

Min

Mak

1.

Jan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2.

Peb

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3.

Maret

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4.

April

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

5.

Mei

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

6.

Juni

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

7.

Juli

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

8.

Agust

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

9.

Septr

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

10.

Okto

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

11.

Nov

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

12.

Des

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Rata-rata

22,4

34,7

22,7

34,6

22,1

35,7

22,8

32,8

21,7

34,4

22,4

24,4

Sumber  :   Badan Pusat Statistik Kota Balikpapan, 2010

 

Kelembaban udara berpengaruh terhadap proses pertumbuhan tanaman dan proses pemasakan biji. Kelembaban yang tinggi selama beberapa waktu akan mendorong berkembangnya hama dan penyakit, sehingga serangan akan semakin meningkat. Kelembaban udara di Kota Balikpapan dari tahun 2005 s/d 2009, rata-ratanya adalah 86,54% (Tabel 1.8). Umumnya rata-rata kelembaban udara yang paling optimal untuk beberapa tanaman pangan antara 50-60%.

Tabel 1.8. Rata-rata kelembaban udara tahun 2005 s/d 2009 di Kota Balikpapan

No

Bulan

Kelembaban udara (%)

Rata-rata

2005

2006

2007

2008

2009

1.

Januari

 

 

 

 

90

90

2.

Pebruari

 

 

 

 

91

91

3.

Maret

 

 

 

 

86

86

4.

April

 

 

 

 

84

84

5.

Mei

 

 

 

 

83

83

6.

Juni

 

 

 

 

83

83

7.

Juli

 

 

 

 

82

82

8.

Agustus

 

 

 

 

83

83

9.

September

 

 

 

 

82

82

10.

Oktober

 

 

 

 

84

84

11.

November

 

 

 

 

85

85

12.

Desember

 

 

 

 

88

88

Rata-rata

87,0

84,8

85,9

90,0

85,0

86,54

 

1.3.3.    Penyinaran

Di Indonesia, umumnya petani menanam tanaman pangan tergantung mulainya musim penghujan. Padahal pada musim penghujan jumlah penyinaran dan lamanya penyinaran berkurang. Penyinaran berhubungan langsung dengan pertumbuhan dan tinggi rendahnya hasil tanaman, melalui proses fotosintesis. Lama penyinaran di Kota Balikpapan dari tahun 2005 s/d 2009, tampak pada Tabel 1.9  yang rata-ratanya adalah 43,92%.

Tabel 1.9. Rata-rata penyinaran matahari (%) tahun 2005 s/d 2009 di Kota Balikpapan

No

Bulan

Penyinaran matahari (%)

Rata-rata

2005

2006

2007

2008

2009

1.

Januari

 

 

 

 

27,8

27,8

2.

Pebruari

 

 

 

 

36,2

36,2

3.

Maret

 

 

 

 

38,8

38,8

4.

April

 

 

 

 

47,5

47,5

5.

Mei

 

 

 

 

57,9

57,9

6.

Juni

 

 

 

 

50,9

50,9

7.

Juli

 

 

 

 

52,4

52,4

8.

Agustus

 

 

 

 

73,1

73,1

9.

September

 

 

 

 

79,9

79,9

10.

Oktober

 

 

 

 

38,9

38,9

11.

November

 

 

 

 

36,4

36,4

12.

Desember

 

 

 

 

34,7

34,7

Rata-rata

47,0

46,9

40,0

38,0

47,9

47,9

Sumber :   Badan Pusat Statistik Kota Balikpapan,  2010

1.4.   Demografi

Jumlah penduduk di wilayah Kota Balikpapan meningkat dari tahun 2006 sampai tahun 2010. Pada tahun 2006, jumlah penduduk 434.710 jiwa dan pada tahun 2010 sebanyak 559.196 jiwa (Tabel 1.10). Diantara 5 kecamatan di Balikpapan, jumlah penduduk yang terbesar terdapat di Kecamatan Balikpapan Selatan.

 

Tabel 1.10.  Luas wilayah dan jumlah penduduk tahun 2006 s/d 2010 di Kota Balikpapan

 

No

Bulan

Luas wilayah (km2)

Tahun

2006

2007

2008

2009

2010

1.

Balikpapan Selatan

 

172.040

191.558

180.923

189.858

192.435

2.

Balikpapan Timur

 

49.665

49.906

51.311

52.611

61.347

3.

Balikpapan Utara

 

94.433

109.251

98.541

102.471

123.503

4.

Balikpapan Tengah

 

106.184

11.490

108.156

109.754

98.201

5.

Balikpapan Barat

 

11.388

88.282

88.132

89.831

83.710

Jumlah (jiwa)

 

434.710

553.587

526.963

544.525

559.196

Pertumbuhan (%)

 

 

27,35

- 4,8

3,33

2,69

 

 

II. SUMBERDAYA

 

2.1.   Sumberdaya Lahan Basah, Kering dan Air

Berdasarkan luas lahan untuk budidaya padi sawah, wilayah kota Balikpapan hanya menanam padi tadah hujan (Tabel 2.1). Luas lahan sawah padi tadah hujan meningkat terus.  Pada tahun 2006, luas sawah tadah hujan hanya 62 ha menjadi 153 ha pada tahun 2010. Selain padi sawah tadah hujan, juga tedapat kenaikan luas areal tanaman pangan lainnya seperti jagung dan ubi kayu. Luas areal tanaman padi ladang juga meningkat dari tahun 2006 s/d 2010 (Tabel 2.2). Dari tabel tersebut juga terlihat bahwa di wilayah Kota Balikpapan tidak ada petani yang menanam tanaman kedelai dan kacang hijau.

 

Tabel 2.1. Luas penggunaan lahan untuk budidaya padi sawah yang ditanami padi setahun di Kota Balikpapan tahun 2006-2010.

 

No

Jenis lahan sawah (ha)

Tahun

Rata-rata (ha)

2006

2007

2008

2009

2010

1.

Irigasi teknis

-

-