Back to homepage

Potensi Kutai Barat

KEADAAN UMUM KABUPATEN KUTAI BARAT

 

1Letak Geografi dan Administratif

            Kabupaten Kutai Barat merupakan salah satu dari 14 Kabupaten/ Kota yang ada di Provinsi Kalimantan Timur. Kabupaten Kutai Barat dengan ibu kota Sendawar hasil pemekaran dari wilayah Kabupaten Kutai yang telah ditetapkan berdasarkan UU Nomor 47 tahun 1999 tentang pembentukan Kabupaten Nunukan, Kabupaten Malinau, Kabupaten Kutai Barat, Kabupaten Kutai Timur dan Kota  Bontang tertanggal 4 Oktober 1999. Kabupaten ini berada pada posisi yang strategis karena berada pada  jalur perlintasan darat antara Wilayah Kalimantan Timur bagian selatan dan utara serta perlintasan antar provinsi. Secara geografis terletak antara 113°45’05”- 116°31’19” Bujur Timur dan 1°31’35” Lintang Utara dan 1°10’16” Lintang Selatan (Tabel 1.1).

Luas wilayah Kabupaten Kutai Barat adalah 31.629 km² atau kurang lebih 15% dari luas wilayah Provinsi Kalimantan Timur. Secara administratif, batas wilayah Kabupaten Kutai Barat di sebelah Utara adalah Kabupaten Malinau dan Negara Bagian Serawak Malaysia, sebelah Timur dengan Kabupaten Kutai Kartanegara, sebelah Selatan dengan Kabupaten Pasir dan sebelah Barat adalah Provinsi Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat.

Tabel 1.1.    Letak geografis dan administratif Kabupaten Kutai Barat

 

Letak geografi

Batas wilayah

LS

BT

Utara

Timur

Selatan

Barat

1°31’35

s/d

1°10’16”

113°45’05” s/d 116°31’19”

Kabupaten Malinau dan Negara Bagian Serawak Malaysia

Kabupaten Kutai Kartanegara

Kabupaten Pasir

Provinsi Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat.

Sumber : BPS Kutai Barat, 2010

 

2.    Luas Wilayah dan Geologi

            Pada awal terbentuknya Kabupaten Kutai Barat, di kabupaten ini terdapat 15 kecamatan dengan luas wilayah 31.628,70 km², namun setelah keluarnya Peraturan Daerah Kabupaten Kutai Barat Nomor 13 Tahun 2003 tentang Pemekaran Kecamatan, maka sejak tahun 2003 di Kabupaten Kutai Barat terdapat 21 kecamatan dan 223 kampung (Tabel 1.2.).  Kecamatan yang paling luas wilayahnya adalah Kecamatan Long Apari yaitu 5.490,70 km² atau mencapai 17,36% dari luas wilayah Kabupaten, sedangkan kecamatan yang wilayahnya paling sempit adalah Kecamatan Sekolaq Darat, yaitu hanya 165,46 km² atau 0,52% dari luas wilayah Kabupaten. Luas wilayah masing-masing kecamatan di Kabupaten Kutai Barat dapat dilihat pada Tabel 1.2.


Tabel  1.2.  Luas wilayah masing-masing kecamatan di Kabupaten Kutai Barat

 

No. Kecamatan Km² %
1 Bongan            2.274,40 7,19
2 Jempang              654,40 2,07
3 Penyinggahan              271,90 0,86
4 Muara Pahu              496,68 1,57
5 Muara Lawa              444,50 1,41
6 Damai            1.750,43 5,53
7 Barong Tongkok              492,21 1,56
8 Melak              287,87 0,91
9 Long Iram            1.462,01 4,62
10 Bentian Besar              886,40 2,8
11 Linggang Bigung              699,30 2,21
12 Siluq Ngurai            2.015,58 6,37
13 Nyuatan            1.740,70 5,5
14 Sekolaq Darat              165,46 0,52
15 Manor Bulatn              867,70 2,74
16 Tering            1.804,16 5,7
17 Laham            1.697,70 5,37
Luas Kabupaten Kutai Barat           18.011,40 223

  Sumber : BPS Kutai Barat, 2015

 

 1.2.1.   Luas wilayah berdasarkan kemiringan dan ketinggian

            Topografi wilayah Kabupaten Kutai Barat didominasi oleh lahan dengan topografi curam (49,45 %) dan agak curam (21,74 %) dan selebihnya dengan kondisi datar, agak landai dengan ketinggian berkisar antara 0 – 1.500 meter di atas permukaan laut, kemiringan antara 0 – 60 persen. Wilayah berbukit dan bergunung dijumpai dibagian hulu sungai mahakam, terutama Kecamatan Long Bagun, Long Pahangai dan Long Apari memil iki ketinggian rata-rata lebih dari 1.000 meter dari permukaan laut dengan kemiringan 30 persen terdapat di bagian barat laut yang berbatasan langsung dengan Malaysia. Sedangkan daerah dataran rendah umumnya dijumpai di kawasan danau dan kawasan sepanjang sungai (DAS).

1.2.2.   Geologi dan tanah

            Secara geologi Kabupaten Kutai Barat terbagi dalam 14 formasi yaitu: formasi Haloq-Batu Kelau, Ujoh Bilang, Balikpapan, batu Ayau, Golok, Haloq, Kampung Baru, Kelinjau, Kuaro, Meragoh/ Meliat, Pemaluan, Pulau Barang, Tanjung dan Tuyudan. Beragam formasi ini terbentang beragam di sepanjang Kutai Barat. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi geologi di daerah ini relatif beragam yang menandakan perbedaan jenis batuan penyusunnya serta morfologi wilayahnya.

Sesuai dengan kondisi iklim di Kabupaten  Kutai Barat yang tergolong dalam tipe iklim tropika humida, maka jenis-jenis tanah  yang  terdapat  di  daerah  ini  pun  tergolong  ke  dalam tanah yang bereaksi asam. Jenis-jenis tanah yang terdapat di Kabupaten Kutai Barat menurut Soil Taxonomi USDA tergolong ke dalam jenis tanah : Ultisol, Entisol, Histosol, Incepticol dan Mollisol,  atau bila menurut Lembaga  Penelitian  Tanah Bogor terdiri dari jenis tanah Podsolik, Alluvial, Andosol dan Renzina.

Tingkat kesuburan tanah antara sedang sampai dengan subur dengan pH berkisar 4-6. Secara rinci, kondisi fisik tanah di Kabupaten Kutai Barat dapat dilihat pada Tabel 1.3.

Fisiografi Kutai Barat dapat dikelompokan menjadi delapan yaitu: Alluvial Jalur Kelokan, Rawa-rawa, Lembah, Teras-teras, Dataran, Perbukitan dan Pegunungan. Bentuk lahan dominan adalah daerah dataran (38%), perbukitan (22%) dan pegunungan (32%). Jenis tanah yang ditemui mencakup Ultisol seluas 2.229 ribu ha atau 70,74 %, Inceptisol seluas 799 ribu ha atau 25,25% (diwilayah hulu Sungai Mahakam); Histosol seluas 54 ribu ha 1,72 % (di Kecamatan Muara Pahu, sekitar Danau Jempang dan Muara Kedang); Entisol seluas 32 ribu ha atau 1,02 % (di Kecamatan Muara Pahu dan Melak); Mollisol seluas 3 ribu ha atau 0,11 % (di Kecamatan Long Bagun dan Long Hubung); dan Spodosol seluas       0,6 ribu ha atau 0,02 % (di Kecamatan Muara Pahu).

Sistem lahan Kabupaten Kutai Barat dikelompokkan menjadi          31 sistem lahan, dengan sistem lahan yang mendominasi wilayah berturut-turut teweh, maput, bukit pandan, lawanguwang dan pendreh dengan masing-masing luasan 18,78 %, 12,75 %, 19,48 % dan 7,05 %.

 

Tabel 1.3. Kondisi  fisik    t tanah         di      Kabupaten  Kutai  Barat berdasarkan zona

Karakteristik

Zona Basah

ZonaKering Daratan

Zona Ulu Riam

Ketinggian

7 – 10 m dpl

7 – 500 m dpl

1500 – 1.000 m dpl

Kemiringan

0 – 30 %

0 – 3- %

0 – 60 %

Jenis Tanah

 

Alluvial, PMK dan sedikit berpasir

 

Alluvial, PMK, Litisol dan Vulkanik

 

Komplek, PMK

dan Alluvial

 Kesuburan

Sedang – Subur

Sedang – Subur

Sedang – Subur

pH Tanah

4 – 6

4 – 6

7

 

Cakupan

Wilayah

 

Muara Pahu, Jempang, Penyinggahan

 

Bongan, Ma. Lawa, Bentian Besar, Melak, Br. Tongkok, Lg.Iram, Lg. Hubung, Lg. Bagun, Lgg. Bigung, Damai, Sekolaq Darat, Tering, Nyuatan dan Mog Manor Bulant

 

Long Apari dan

Long Pahangai

 

Sumber :   Laporan  Hasil  Identifikasi  Keadaan  Kutai Barat (Rapid District Appracial, 2001)  Potensi  Wilayah  Kabupaten

3.  Iklim

Karakteristik iklim Kabupaten Kutai Barat termasuk dalam kategori iklim tropika humida, dengan rata-rata curah hujan tertinggi terdapat pada bulan April dan terendah di bulan Agustus serta tidak menunjukkan adanya bulan kering atau sepanjang bulan dalam satu tahun selalu terdapat sekurang-kurangnya tujuh hari hujan.  Namun dalam beberapa tahun terakhir, keadaan iklim di Kutai Barat terkadang tidak menentu. Pada bulan-bulan yang seharusnya turun hujan kenyataannya tidak hujan, atau sebaliknya pada bulan-bulan yang seharusnya kemarau bahkan terjadi hujan dengan musim yang lebih panjang.

Temperatur minimum umumnya terjadi pada bulan Oktober sampai dengan Januari sedangkan temperatur maksimum terjadi antara bulan Juli sampai dengan bulan Agustus. Daerah beriklim seperti ini tidak mempunyai perbedaan antara musim hujan dan musim kemarau. Pada musim angin barat hujan turun sekitar bulan Agustus sampai bulan Maret, sedangkan pada musim timur hujan relatif kurang. Hal ini terjadi pada sekitar bulan April sampai bulan September.

4. Demografi 

Penduduk Kabupaten Kutai Barat saat ini adalah 145.838 jiwa

Jumlah Penduduk Menurut Kecamatan di Kutai Barat, 2015
Population by District in Kutai Barat, 2015
       
Kecamatan / District Jenis Kelamin/ Sex Jumlah Penduduk/
Laki-laki/ Men Perempuan/ Women Population
-1 -2 -3 -4
Bongan 5069 4308 9377
Jempang 6175 5501 11677
Penyinggahan 2114 1971 4085
Muara Pahu 4497 4121 8618
Muara Lawa 3497 3220 6717
Damai 4823 4023 8846
Barong Tongkok 13069 11780 24850
Melak 5735 5227 10962
Long Iram 3590 3149 6739
Bentian Besar 1808 1425 3233
Linggang Bigung 7514 6769 14283
Siluq Ngurai 2357 2130 4487
Nyuatan 2899 2654 5553
Sekolaq Darat 4579 4134 8714
M. Manaar Bulatn 4113 3729 7842
Tering 5169 4686 9855
Kutai Barat 77010 68828 145838
Sumber: Badan Pusat Statistik Kutai Barat
Source: BPS-Statistics of Kutai Barat Regency

 

5. Sumberdaya Lahan Basah, Kering dan Air

                Kabupaten Kutai Barat memiliki lahan basah yang dapat diubah menjadi lahan sawah cukup luas, yaitu mencakup 8.328 ha (pada tahun 2010), demikian juga dengan potensi lahan kering masih tersedia cukup luas. Untuk lahan basah sebagian telah diubah menjadi sawah irigasi sederhana 2.150 ha, irigasi non PU 750 ha,  irigasi tadah hujan 4.601 ha, ataupun sebagai sawah pasang surut 817 ha,  serta folder seluas 10 ha (Tabel 2.1).

Lahan sawah yang ditanami padi 2 x setahun atau lebih pada tahun 2010 seluas 1.769 ha, sedangkan lahan sawah yang ditanami padi satu kali seluas 4.699 ha. Adapun lahan sawah yang sementara tidak diusahakan luasnya 1.860 ha. Lahan-lahan tersebut sementara tidak diusahakan terkait dengan kendala yang dihadapi oleh petani, diantaranya  jika curah hujan tinggi sawah banjir dan kekeringan jika tidak ada hujan.