Back to homepage

Potensi Mahakam Ulu

Sebutan “Mahakam Ulu” sebagai sebuah konstruksi sosial yang sedang diperjuangkan, memiliki akar sejarah panjang. Muncul pertama kali dalam kaitan penataan wilayah administratif oleh Hindia Belanda terhadap Kesultanan Kutai, yaitu menyusul berlakunya Decentralisatie Wet 1903, maka pada 1905 dalam Kesultanan Kutai dibentuk dua wilayah administratif yaitu Hulu Mahakam dengan pusat pemerintahan di Long Iram, dan daerah Vierkante Pall dengan pusat pemerintahan di Samarinda.

Tahun 1930, wilayah Kesultanan Kutai dipecah lagi menjadi 4 Onderafdeeling : Zuid Kutai berkedudukan di Balikpapan, Oost Kutai berkedudukan di Samarinda, West Kutai berkedudukan di Tenggarong dan Boven Mahakam berkedudukan di Long Iram.
Era RI, pada tahun 1946, wilayah Kesultanan Kutai dibagi dalam 2 Kepatihan yaitu Kutai Barat dan Kutai Tengah. Saat berlaku UU 27/1959, Kutai ditata ke dalam 3 Dati II : Kotapraja Balikpapan, Dati II Kutai, Kotapraja Samarinda.

—Era reformasi, saat berlaku UU 22/1999, Kab. Dati II Kutai Kartanegara dimekarkan jadi  4 wilayah administratif yaitu Kab. Kutai Kartanegara, Kutai Timur, Kutai Barat, dan Kota Bontang.

—Wilayah eks-Onderafdeeling Boven Mahakam menjadi bagian dari wilayah Kabupaten Kutai Barat. Wilayah eks-Onderafdeeling Boven Mahakam yang sempat  terbagi dalam 2 kecamatan, yaitu Long Iram dan Long Pahangai, belakangan dimekarkan menjadi 7 kecamatan yaitu Tering, Long Iram, Long Hubung, Laham, Long Bagun, Long Pahangai dan Long Apari.

Daerah Otonomi Baru (DOB) Mahakam Ulu, kini benar-benar telah resmi menjadi kabupaten baru yang memiliki perangkat pemerintah daerah sendiri.

Mulai Senin ( 22 April 2013 ), DOB Mahulu berhak mengatur dan menyusun seluruh personil Satuan Kerja Perangkat Daerah ( SKPD ) yang sangat diperlukan untuk menjalankan roda pemerintahan baru. Pasalnya Penjabat Bupati Mahakam Ulu telah dilantik oleh Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi di Kementerian Dalam Negeri. 

Dijelaskan Kabag Humas Pemkab Kubar, Toni Imang, yang juga Ketua Panitia Pelantikan Penjabat (Pj) Bupati Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Kabupaten Mahakam Ulu sudah resmi dimekarkan dari Kabupaten Kutai Barat.

Disebutkan Toni, Pj Bupati Kabupaten Mahulu kini telah dilantik. Sebagai Pj Bupati ditunjuk oleh Gubernur Kaltim salah seorang pejabat Pemkab Kubar, secara resmi dilantik oleh Mendagri di kantor Kemendagri Jakarta.

"Yang ditunjuk oleh Pemprov Kaltim adalah Pak MS Ruslan yang sebelumnya menjabat Asisten III Bidang Adminstrasi Umum Setkab Pemkab Kubar. Beliau menjabat sebagai Pj Bupati Kabupaten Mahulu, menjabat hingga dilaksanakannya Pemilukada Mahulu memilih bupati dan wabup definitif Kabupaten Mahulu dua tahun mendatang," katanya.

 

MAHAKAM ULU – Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) sebagai kabupaten ketujuh di Kaltim setelah terbentuknya Kalimantan Utara (Kaltara), memiliki kesempatan besar mengelola dan memanfaatkan potensi Sumber Daya Alam (SDA) untuk mendukung pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kabupaten Mahakam Ulu berbatasan dengan Kabupaten Malinau (Kalimantan Utara) dan Negara Bagian Sarawak (Malaysia) di sisi utara, Kabupaten Kutai Kartanegara disisi timur, Kabupaten Kutai Barat di sisi selatan, dan di sebelah barat dengan Kabupaten Murung Raya (Kalimantan Tengah) dan Kabupaten Kapuas Hulu (Kalimantan Barat), yang beribukota di Desa Ujoh Bilang yang terletak di Kecamatan Long Bagun. Kabupaten ini selama lima (5) tahun kedepan memprioritaskan pembangunan sektor transportasi dengan rencana membangun jalan yang akan menghubungkan antar kecamatan melalui pembangunan jalan dari Long Bagun ke Long Pahangai sepanjang 155 km dan ruas jalan dari Long Pahangai ke Long Apari sepanjang 98 km. Jumlah penduduk Maham Ulu pada tahun 2013 sebanyak 27.923 jiwa.
 
Pertanian
Luas panen tanaman padi (Sawah+Ladang) di Kabupaten Mahakam Ulu sepanjang tahun 2013 mencapai 4.368 ha (14 ha Padi Sawah dan 4.354 ha Padi Ladang), dengan hasil per hektar untuk Padi Sawah sebesar  40,00 ku/ha dan 29,44 ku/ha untuk Padi Ladang. Sedangkan untuk Produksi Padi di Kabupaten Mahakam Ulu, tercatat produksi Padi Sawah sebesar 56 ton dan produksi Padi Ladang mencapai 12.817 ton. Kecamatan yang memiliki potensi paling tinggi di Bidang Pertanian adalah Kecamatan Long Pahangai, di mana luas panen untuk Tanaman Padi (Sawah + Ladang) di Kecamatan tersebut adalah sebesar 1.290 ha dan untuk Produksi Tanaman padinya mampu mencapai 3.797 ton atau sekitar 24,74 persen dari total produksi Tanaman Padi di Kabupaten Mahakam Ulu.