Back to homepage

Potensi Paser

KEADAAN UMUM KABUPATEN PASER

 

KEADAAN UMUM KABUPATEN PASER

1.1.  Letak Geografi dan Administratif

            Kabupaten Paser mempunyai luas wilayah ± 11.674,81 km2.  Letak geografis dan batas-batas wilayah dari kabupaten ini dapat dilihat Tabel 1.1. 

 Tabel  1.1.  Letak geografi dan administratif Kabupaten Paser

 

Letak geografi

Batas wilayah

LU

BT

Utara

Timur

Selatan

Barat

00 50 14,86’’ s/d

20 24 35,96’’

1150 31 12,16’’s/d

1160 35 38,84’’

Kabupaten Kutai Barat

Kabupaten Penajam Paser Utara dan Selat Makassar

Kabupaten Kota Baru Kalimantan Selatan

Kabupaten

Tabalong Kal.Selatan dan Kab.

Barito Utara Kalimantan Tengah

 

1.2. Keadaan Wilayah dan Geologi

1.2.1.  Kemiringan dan ketinggian tempat

             Kemiringan wilayah Kabupaten Paser diklasifikasikan atas 4 kelas berdasarkan keadaan tofografi,

yaitu :

  1. Kemiringan 0 – 2 % terdapat di Kecamatan Tanah Grogot, Paser Belengkong, Kuaro, Long Ikis, Tanjung Aru yang terletak pada bagian Timur/pantai menghadap Selat Makassar.
  2. Kemiringan 2 – 13 % terdapat di Kecamatan Kuaro, Paser Belengkong dan Kecamatan Tanah Grogot.
  3. Kemiringan < 40 % terdapat di Kecamatan Waru, Muara Komam, Long Ikis dan Long Kali.
  4. Kemiringan > 40 % umumnya tersebar luas di daerah Kecamatan Batu Sopang, Long Kali, Muara Komam, Long Ikis dan Kuaro.

 

Ketinggian tempat Kabupaten Paser dibagi menjadi 6 (enam) bagian wilayah ketinggian yaitu :

  1. Ketinggian 0 - 7 m dari permukaan laut (dpl), umumnya mempunyai ciri fisik kadang tergenang, air tanah payau, banyak tanaman bakau, daerah pengendapan sungai,  kelembaban udara dan suhu air tawar dan tidak tergenang.
  2. Ketinggian 7 – 25 m dari dpl, umumnya mempunyai ciri fisik : tanah cukup dalam dan subur, dapat dialiri air cukup besar, tidak ada erosi dan bila ada sangat terbatas, permukaan tanah datar sampai belereng sedikit, kadang-kadang tergenang dan mempunyai air tanah yang cukup baik dan mudah didapat.
  3. Ketinggian 25 – 100 m dpl, mempunyai ciri fisik : erosi sudah mulai terjadi, daerah yang dapat dialiri sudah mulai berkurang,  permukaan tanah berlereng datar sampai bergelombang.
  4. Ketinggian 100 – 250 m dpl mempunyai ciri fisik yaitu permukaan tanah berlereng,  bergelombang sampai bergunung, curah hujan tinggi, air tanah dalam dan susah didapat, erosi sering terjadi, lapisan tanah cukup dangkal, tumbuhan tropika mulai sukar tumbuh, perkampungan tersebar dan terpencil, wilayah peralihan iklim panas ke iklim pengunungan (sejuk).
  5. Ketinggian 750 m  atau lebih dpl mempunyai ciri fisik yaitu wilayah berbukit-bukit sampai belereng terjal dan memiliki udara sejuk.

 1.2.2.  Geologi

 Struktur geologi Kabupaten Paser berumur antara metazoik, tertier dan kwartair, penyebarannya sebagai berikut :

  1. Wilayah Bagian Timur kwartair dan meoser atas (neogen).
  2. Wilayah Bagian Tengah berumur meoser bawah (paleagen).
  3. Wilayah Bagian Barat berumur tertier dan pratertiair (mesozoik).

Geologi daerah umumnya terbentuk di zaman meocene muda, alluvial yang berumur kuartair dan ultrabasic yang berumur pratertiair, pelecene dan sedikit oligocene.

Secara umum wilayah Kabupaten Paser merupakan  antiklinorium dari punggung struktur deretan pegunungan Meratus yang miring ke arah Selat Makassar. Formasi yang terbentuk pada zaman meocene muda umumnya tersusun dari batu liat, batubara, batu Paser dan mineral tanah lapuk. Sedang formasi yang terbentuk pada zaman pratertiair tersusun dari batu kapur, batu paser dan sedikit batu liat, formasi di zaman kuartair terdiri dari batu liat.

1.2.3.  Jenis Tanah

Secara eksploratif di daerah Kabupaten Paser terdapat beberapa jenis tanah dengan kondisi :

  1. Tanah Aluvial/Gambut.

Jenis tanah ini menyebar pada daerah dataran rendah, landai dan bergelombang di bagian timur pada lembah-lembah aliran sungai dan pantai dengan luas wilayah ± 181.200 ha.

  1. Tanah Podzolik Merah Kuning

Terdapat pada daerah-daerah bergelombang dan berbukit  yaitu  pada bagian barat wilayah dengan luas  ± 517.850 ha.

  1. Tanah Kompleks/Campuran

              Jenis tanah ini terdiri dari podzolik coklat/andosol seluas ±32.750 ha, podzolik/lithozol yang luasnya ± 74.000 ha, organosol gambut luasnya ± 56.000 ha, jenis podzolik luasnya   ± 422.000 ha.

 1.3. Iklim       

 Iklim merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kegiatan pertanian.  Iklim di Kabupaten Paser tidak memiliki perbedaan musim yang jelas, karena termasuk daerah yang beriklim tropis basah. Berbagai komponen iklim perlu diperhitungkan dalam usaha pertanian, namun penyajian data iklim dalam profil pertanian bagian Kabupaten Paser ini hanya mencantumkan data curah hujan dan hari hujan yang datanya tersedia.

Kependudukan :

Jumlah Penduduk Menurut Kabupaten/Kota, Jenis Kelamin, dan Rasio Jenis  
Provinsi Kalimantan Timur 2014
           

Population by Regency/Municipality, Sex and Sex Ratio of

Kalimantan Timur, 2014

           
Kabupaten/Kota Laki-laki Perempuan Jumlah Rasio Jenis
Regency/Municipality Male Female Total Kelamin
        Sex Ratio
         
(1) (2) (3) (4) (5)
Paser 135.925 120. 250 256 .175 113,04

 

 

Banyaknya Kecamatan, Desa/Kelurahan dan Luas Wilayah Menurut
Kabupaten/Kota 2014
           
Number of Sub Districts, Villages and Area by Regency/Municipality, 2014
           
  Banyaknya Banyaknya Luas Wilayah Daratan
Kabupaten/Kota Kecamatan Desa/ Land Area
Regency/Municipality   Kelurahan Ha %
  Number of Number of
  District Villages
(1) (2) (3) (4) (5)
Paser 10 144 1 109 696 8,71

 

 

Penyebaran dan Laju Pertumbuhan Penduduk Menurut
Kabupaten/Kota, 2012-2014
           
Distribution and Growth Rate of Population by Regency/
Municipality, 2012-2014
  Penyebaran Penduduk  
Kabupaten/Kota Population Distribution Laju Pertumbuhan
Regency/Municipality        
  2012 2013 2014 Penduduk
  Population Growth
(1) (2) (3) (4) (5)
Paser 7,63 7,63 7,64 2,47

 

 

 

Luas Panen dan Produksi Palawija Menurut Kabupaten/Kota, 2014
             
Harvested Area and Production of Food Crops by Regency/Municipality, 2014
             
Kabupaten/Kota Jagung Ubi Kayu Ubi Jalur
Regency/Municipality Maize Cassava Sweet Potatoes
  Luas Produksi Luas Produksi Luas Produksi
  Panen Produc- Panen Produc- Panen Produc-
  Harvest tion Harvest tion Harvest tion
  Area   Area   Area  
  (Ha) (Ton) (Ha) (Ton) (Ha) (Ton)
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
Paser 273 849 97 1 344 67 635

 

 

Luas Panen dan Produksi Palawija Menurut Kabupaten/Kota, 2014
             
Harvested Area and Production of Food Crops by Regency/Municipality, 2014
             
Kabupaten/Kota Kacang Tanah Kedelai Kacang Hijau
Regency/Municipality Peanuts Soyabeans Green Bean
  Luas Produksi Luas Produksi Luas Produksi
  Panen Produc- Panen Produc- Panen Produc-
  Harvest tion Harvest tion Harvest tion
  Area   Area   Area  
  (Ha) (Ton) (Ha) (Ton) (Ha) (Ton)
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
Paser 52 70 76 86 22 25