Back to homepage

Potensi Samarinda

1.1.    Letak Geografi dan Administratif

Kota Samarinda adalah suatu kota diantara 10 kabupaten/kota yang ada di Provinsi Kalimantan Timur, sekaligus merupakan ibu kota provinsi Kalimantan Timur. Seluruh wilayah kota ini berbatasan langsung dengan Kabupaten Kutai Kartanegara. Kota Samarinda dapat dicapai dengan perjalanan darat, laut dan udara. Sungai Mahakam yang membelah di tengah Kota Samarinda, menjadi "gerbang" menuju pedalaman Kalimantan Timur. Kota ini memiliki luas wilayah 71.800 ha (718 km²), dan berpenduduk 812.597 jiwa tahujn 2015, sehingga menjadi kota dengan penduduk terbesar di seluruh Kalimantan.

Kota Samarinda didirikan pada tanggal 21 Januari 1960. Pada mulanya Kota Samarinda terbagi atas 3 kecamatan, yaitu Kecamatan Samarinda Ulu, Samarinda Ilir, dan Samarinda Seberang. Selanjutnya setelah mengalami beberapa kali pemekaran, pada tanggal 28 Desember 2010 ditetapkan menjadi 10 kecamatan, yaitu Kecamatan Palaran, Kecamatan Samarinda Ilir, Kecamatan Samarinda Seberang, Kecamatan Sungai Kunjang, Kecamatan Samarinda Ulu, Kecamatan Samarinda Utara, Kecamatan Samarinda Kota, Kecamatan Loa Janan Ilir, Kecamatan Sambutan, dan Kecamatan Sungai Pinang. Namun demikian, untuk kepentingan konsistensi data, maka hanya disajikan 6 kecamatan saja berdasarkan PP No. 38 tahun 1996, yaitu Kecamatan Palaran, Kecamatan Samarinda Ilir, Kecamatan Samarinda Seberang, Kecamatan Sungai Kunjang, Kecamatan Samarinda Ulu, dan Kecamatan Samarinda Utara.

Secara geografis Kota Samarinda berada pada posisi di dekat garis katulistiwa. Letak geografi dan batas wilayah Kota Samarinda dapat dilihat pada Tabel 1.1.

 

 

1.2.    Luas Wilayah dan Geologi

1.2.1.  Luas wilayah berdasarkan kemiringan dan ketinggian

Kota Samarinda memiliki topografi yang bergelombang yang terletak pada ketinggian 0 hingga lebih 200 m di atas permukaan laut dengan kemiringan lahan yang berkisar dari 0% hingga di atas 40%. Wilayah terluas berada pada kemiringan lahan 0-2% dan 2-14%, sedangkan wilayah terluas berdasarkan ketinggian tempat berada pada ketinggian tempat 7-25 m di atas permukaan laut. Luas wilayah berdasarkan kelas kemiringan dan ketinggian tempat di Kota Samarinda dapat dilihat pada Tabel 1.2 dan Tabel 1.3.

1.2.2.  Geologi dan tanah

Jenis formasi geologi Kota Samarinda didominasi oleh Balikpapan beds (47,29%), sedangkan jenis tanahnya bervariasi mulai dari alluvial, gambut, asosiasi podzolik dan podzolik. Dari jenis-jenis tanah tersebut, jenis tanah podzolik merupakan jenis tanah dominan, diikuti oleh gambut dan jenis tanah lainnya. Besarnya jenis formasi geologi yang ada di Kota Samarinda dapat dilihat pada Tabel 1.4., sedangkan jenis-jenis tanahnya dapat dilihat pada Tabel 1.5.

 

1.3. Iklim

1.3.1  Curah hujan dan hari hujan

Jumlah curah hujan tahunan dari tahun 2006 s/d 2010 adalah 2.088 mm, dan rata-rata curah hujan bulanan antara 101,9 – 243 mm. Hujan terendah terjadi pada bulan September dan tertinggi pada bulan April. Banyaknya hari hujan selama 5 tahun berkisar 9 – 18 hari. Rata-rata hari hujan terendah terjadi pada bulan September dan tertinggi pada bulan April. Rata-rata curah hujan pada tahun 2006 hingga 2010 di Kota Samarinda dapat dilihat pada Tabel 1.6, dan rata-rata hari hujan pada tahun 2006 hingga tahun 2010 dapat dilihat pada Tabel 1.7.

1.3.2.  Suhu, kelembaban dan penyinaran matahari

Rata-rata suhu minimum berada pada suhu 23,9 oC sedangkan suhu maksimum berada pada suhu 37,4 oC. Suhu maksimum tertinggi terjadi pada bulan September, sedangkan suhu maksimum terendah pada bulan Juni dan Juli. Rata-rata suhu minimum dan maksimum di Kota Samarinda pada tahun 2006 hingga 2010 dapat dilihat pada Tabel 1.8.

Kelembaban udara berkisar 75,6 – 84%, dan penyinaran matahari  antara 32,72% pada bulan Januari hingga 50,20% pada bulan Agustus. Rata-rata kelembaban udara, selama tahun 2005 hingga tahun 2009 disajikan pada Tabel 1.9 dan lama penyinaran matahari pada Tabel 1.10.