Back to homepage

Rencana Kerja dan Strategi

RENCANA

Berdasarkan visi, misi, tujuan dan sasaran, serta strategi dan kebijakan pada bagian sebelumnya, maka disusun langkah-langkah perencanaan strategis yang  operasional  untuk kurun waktu 5 (lima) tahun (2013 - 2018), meliputi program, kegiatan, indikator kinerja, kelompok sasaran, dan pendanaan indikatif. Program ini merupakan penjabaran dari kebijakan strategis Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Kalimantan Timur dengan tetap mengacu pada RPJMD Provinsi Kalimantan Timur 2013 – 2018, yaitu pada misi 2 yaitu : “ Meningkatnya Pertumbuhan Ekonomi Hijau“, sasaran 10 yaitu Meningkatkan Kontribusi Sektor Pertanian Dalam Arti Luas dan sasaran 11 yaitu Tercapainya Swasembada Pangan sehingga SKPD Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Kalimantan Timur menetapkan program dan kegiatan prioritas sebagai berikut :

  1. Program Peningkatan Kesejahteraan Petani
  2. Program Penerapan Teknologi Pertanian/Perkebunan
  3. Program Peningkatan Produksi Pertanian/Perkebunan
  4. Program Pengembangan Kawasan Produksi Pertanian
  5. Program Penggulangan Kemiskinan Bidang Pertanian Tanaman Pangan

 Program di atas disusun berdasarkan tupoksi SKPD yang merupakan acuan bagi penyusunan program Kesekretariatan dan Bidang / UPTD lingkup Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Kalimantan Timur pada periode 5 (lima) tahun ke depan      (2013 - 2018). Dengan mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 13 Tahun 2006 dan Perubahannya Nomor 59 Tahun 2007, masing-masing program pembangunan lebih lanjut dijabarkan ke dalam berbagai kegiatan. Pencapaian masing-masing kegiatan diukur dengan indikator keluaran

 

STRATEGI

Dalam upaya mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan, Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi Kalimantan Timur menyusun strategi dengan pola yaitu :

 

  1. Peningkatan produksi, kualitas dan nilai tambah produksi padi dan ubi kayu.
  2. Mempertahankan luas lahan fungsional yang ada teutama di lahan marginal.
  3. Perbaikan dan penyediaan sarana dan prasarana pertanian.
  4. Pengembangan kawasan sentra padi dengan skala luasan ekonomis per kecamatan sesuai dengan Good Agriculture Practices (GAP).
  5. Pengembangan kawasan sentra hortikultura dengan skala luasan ekonomis per kecamatan sesuai dengan GAP.
  6. Pengembangan diversifikasi tanam.
  7. Meningkatkan mutu produk, antara lain melalui penerapan GAP serta Good Handling Practices (GHP), penerapan teknologi budidaya ramah lingkungan, fasilitasi sarana panen dan pasca panen.
  8. Promosi, edukasi dan fasilitasi dalam usaha peningkatan kemitraan dengan pemangku kepentingan terutama stakeholder yang terkait dengan program REDD+.
  9. Mengembangkan berbagai teknik pertanian adaptif untuk beradaptasi terhadap perubahan iklim.

 

              Sesuai dengan RPJMD Provinsi Kalimantan Timur 2013 – 2018, arah kebijakan  pembangunan pertanian tanaman pangan dan hortikultura adalah :

  1. Meningkatkan produksi padi dan ubi kayu dengan memanfaatkan lahan kritis.
  2. Meningkatkan nilai tambah produk padi dan ubi kayu..
  3. Perlindungan tanaman dari OPT dan dampak perubahan iklim dengan pola tanam yang dapat memutus siklus hama.
  4. Meningkatkan penggunaan benih unggul yang tahan tergenang dan tahan terhadap kekeringan dalam mengatasi variabilitas iklim.
  5. Koordinasi penerapan perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan. Khususnya memperkuat kelembagaan ditingkat petani dan pembiayaan yang bersumber dari berbagai pendanaan baik nasional maupun dana internasional.
  6. Optimasi lahan dan jaringan irigasi

 

  1. Menyediakan alat dan mesin pertanian yang rendah emisi dan ramah lingkungan.
  2. Meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pengembangan dan penerapan teknologi adatif terhadap perubahan iklim berbasis kearifan lokal.
  3. Sosialisasi dan adopsi teknologi pertanian yang ramah lingkungan.
  4. Penguatan akses petani terhadap iptek, pasar dan permodalan.
  5. Pengembangan kawasan-kawasan serta produksi terpadu dengan konsolidasi usaha tani produktif.
  6. Pemasyarakatan produk tanaman pangan dan hortikultura melalui media cetak dan elektronik, pameran dan gerakan konsumsi buah local.
  7. Menyelenggarakan temu bisnis pelaku dan produk.
  8. Menyediakan system informasi harga produk tanaman pangan dan hortikultura.
  9. Mendorong minat investasi dan kemitrausahaan melalui promosi.